Program RSLH Renovasi 12 Rumah di Pati,Habiskan Anggaran Rp840 Juta
Sebanyak 12 rumah direnovasi dan bangun ulang 12 rumah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah melalui Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang menghabiskan anggaran sebesar Rp840 juta. Ada pun rincian rumah tersebut terbagi dari tujuh rumah di Desa Purwosari, Kecamatan Tlogowungu dan lima di Cengkalsewu, Kec. Sukolilo. Setiap rumah mendapatkan bantuan renovasi dan dibangun ulang berkisar Rp70 juta.
Salah satu penerima bantuan, Syaiful Anam, warga Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah bersyukur. Pria yang berprofesi sebagai penjahit itu mengaku sudah bertahun-tahun tinggal bersama istri dan anaknya dalam kondisi rumah kurang nyaman dengan atap rusak, lantai beralas tanah, dan tembok yang terbuat dari anyaman bambu.
"Alhamdulillah saya sangat bersyukur. Ketika pertama kali mendapat kabar rumah kami mau direnovasi, saya sudah sangat senang. Sampai akhirnya selesai, pastinya makin senang. Sebelum ini kondisi rumahnya kalau hujan ya bocor. Tembok rumah saya itu masih dari gedek (anyaman bambu) lantainya masih tanah. Kalau lagi panas ya sumuk (gerah), kalau hujan itu bocor. kadang-kadang ada ular masuk lewat belakang,” kata Syaiful, Kamis (22/10/2026).
Baca juga: Program RSLH Renovasi 25 Rumah di Purbalingga dan Banjarnegara
“Dulu anak saya kalau siang jarang tidur karena panas. Tapi sekarang lantainya sudah keramik, dindingnya sudah bataan, atapnya sudah bagus. Sekarang sudah nyaman, anak bisa tidur tenang, lebih enak, lebih layaklah untuk keluarga. Sudah permanen. Terima kasih PT Djarum, Semoga program ini terus berjalan sehingga semakin banyak keluarga yang membutuhkan bisa merasakan manfaatnya," ujar dia lagi. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengapresiasi langkah nyata PT Djarum melalui program Rumah Sederhana Layak Huni di Kabupaten Pati. Risma berharap inisiatif tersebut dapat terus berlanjut dan mendorong banyak pihak untuk ikut terlibat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dengan para stakeholder menjadi salah satu kunci untuk memperluas manfaat program sosial agar dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan.
“Bantuan ini merupakan suatu anugrah yang sangat berarti bagi para penerima manfaat. Dengan penuh rasa syukur kami ucapkan terima kasih mewakili masyarakat yang sudah mendapatkan RSLH. Banyak daerah kami yang rumahnya masih harus diperbaiki, tentu dengan perbaikan ini sangat membantu kami. Kami harap kerjasamanya yang terjalin tidak hanya di program RSLH ini, tapi juga di bidang lain dan menjadi contoh bagi pihak lain untuk bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Risma.
Lihat video: Kondisi Terkini Pati, Lebih dari 1000 Warga Terdampak Banjir
General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto mengatakan bahwa renovasi dan bangun ulang dilakukan dengan memperhatikan jumlah penghuni di setiap rumah. Dengan begitu, ukuran dan tata ruang mulai dari kamar tidur, dapur, hingga sanitasi disesuaikan agar memberi rasa aman, nyaman dan sehat.“Bagaimanapun juga, rumah merupakan salah satu dari tiga pilar kebutuhan hidup pokok manusia. Kami merasa mereka (penerima manfaat) perlu diberikan tempat yang layak. Karena hal itu berpengaruh terhadap produktivitas, terutama untuk keluarga-keluarga yang masih punya anak kecil. Jadi kami berharap kalau rumahnya sudah dibenahi, kehidupan mereka bisa lebih sejahtera,” tuturnya.
Sesuai dengan program yang sudah berjalan, Budiharto mengatakan pelaksanaan program RSLH melibatkan sejumlah pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat sekitar. Selama pembangunan atau renovasi berlangsung, pihaknya memberikan bantuan secara menyeluruh sehingga penerima manfaat tidak perlu menanggung biaya pembangunan. Masyarakat sekitar pun turut dilibatkan untuk memperkuat semangat gotong royong antar warga. “Kami juga berharap apa yang kami lakukan ini bisa menjadi satu trigger buat perusahaan-perusahaan lain untuk ikut membantu masyarakat. Karena program ini merupakan salah satu komitmen perusahaan, kami ingin masyarakat sekitar menjadi tumbuh, maju, dan berkembang bersama-sama. Mungkin ini kontribusi kecil kami buat Indonesia, tapi kalau dilakukan secara konsisten, semoga bisa membantu kehidupan masyarakat lebih meningkat sesuai tagline kami, ‘Tumbuh Bersama Indonesia’,” ucapnya.
Program RSLH menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan hunian yang lebih layak sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup keluarga yang membutuhkan.
Sepanjang 2026, pihaknya menargetkan pembangunan dan renovasi sebanyak 492 rumah melalui program serupa di wilayah-wilayah seperti Kudus, Brebes, Wonogiri, Rembang, Pati, Kabupaten Semarang, dan Temanggung. Sebelum pelaksanaan serah terima 12 rumah di Pati, program ini telah mencatat penyelesaian 292 rumah di Kudus, 10 rumah di Brebes, 12 rumah di Salatiga, 10 rumah di Wonogiri.
Program RSLH sudah berlangsung sejak tahun 2022 sebagai bagian dari komitmen sosial dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat. Hingga 2025, program ini telah merampungkan renovasi 626 hunian di sejumlah wilayah Jawa Tengah seperti Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, dan Purbalingga.









