Waspada! Gelombang Laut Tinggi hingga 4 Meter pada 17-20 Oktober
JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 17–20 Oktober 2026. BMKG melaporkan pola angin di wilayah utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 6–25 knot.
Sementara di wilayah selatan ekuator Indonesia, angin bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 8–25 knot.
“Kecepatan tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia barat Kep. Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah, Selat Karimata, Laut Jawa bagian selatan, Selat Makassar bagian selatan dan tengah, dan Laut Arafuru,” tulis BMKG dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Nias, Selat Karimata bagian utara dan selatan, serta Laut Jawa bagian barat, tengah, dan timur.
Gelombang dengan ketinggian serupa juga berpotensi terjadi di Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian selatan dan tengah, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua, serta Laut Arafuru bagian timur dan tengah.
Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi, dengan ketinggian 2,5–4 meter, berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB, dan Samudra Hindia selatan NTT.
Potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama nelayan dan pelaku pelayaran yang menggunakan moda transportasi seperti perahu nelayan, dengan kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter; kapal tongkang, dengan kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter; serta kapal feri, dengan kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” imbau BMKG.









