Heboh Bayi 24 Hari Meninggal Diduga Diberi Telur Mentah, IDAI Jatim Ungkap Faktanya

Heboh Bayi 24 Hari Meninggal Diduga Diberi Telur Mentah, IDAI Jatim Ungkap Faktanya

Nasional | inews | Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:38
share

SURABAYA, iNews.id – Kasus meninggalnya Alena, bayi yang baru berusia 24 hari di Jawa Timur, menyita perhatian publik usai diduga diberi telur mentah oleh sang nenek. Kasus ini viral di media sosial dan memicu keprihatinan masyarakat luas.

Menanggapi hal tersebut, Badan Pertimbangan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur memberikan penjelasan medis. IDAI Jatim menegaskan bahwa pemberian telur mentah secara langsung tidak akan menyebabkan kematian seketika pada bayi. 

Kematian diduga kuat dipicu oleh faktor komplikasi penyakit berat lain yang sudah diidap sang bayi.

Anggota Badan Pertimbangan IDAI Jatim, Sjamsul Arief MARS, menjelaskan, berdasarkan informasi medis yang diterima, bayi Alena sebelumnya telah mengalami infeksi cukup berat pada kulit di area perut. Bayi tersebut bahkan sempat menjalani tindakan operasi pada area luar perut, bukan pada organ usus.

Menurut Sjamsul, bayi pada fase neonatus atau berusia di bawah satu bulan memiliki kondisi tubuh yang sangat sensitif dan belum stabil. 

Jika terjadi infeksi, dampaknya bisa menyebar sangat cepat ke organ dalam maupun pembuluh darah (sepsis). Kondisi fatal inilah yang memicu sakit berat hingga berujung pada kematian.

Kendati telur mentah bukan penyebab langsung kematian dalam kasus ini, IDAI Jatim mengingatkan keras bahwa telur mentah tidak boleh diberikan kepada bayi maupun dikonsumsi orang dewasa. 

Sebab, telur mentah berisiko tinggi mengandung bakteri Salmonella yang dapat memicu infeksi usus serius.

"Bayi di bawah usia 6 bulan hanya boleh mengonsumsi ASI atau susu formula. Tidak diperbolehkan diberi makanan atau minuman lain," kata Sjamsul Arief, Selasa (13/10/2026). 

Dia juga mengimbau para orang tua agar segera membawa bayi ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala demam, atau langsung merujuk ke UGD rumah sakit apabila bayi mengalami kejang.

Selain itu, IDAI Jatim terus mendorong peningkatan literasi gizi dan asupan nutrisi bagi bayi hingga balita. 

Panduan lengkap mengenai pola makan dan perawatan bayi sejatinya sudah tercantum secara jelas dalam Buku KIA (Posyandu) yang dimiliki setiap ibu usai melahirkan, sehingga diharapkan para orang tua dan keluarga dapat mempelajari serta mengikutinya dengan cermat.

Topik Menarik