Komnas PA Ungkap Peran Penting Orang Tua dan Guru Terhadap Masa Depan Anak Autis

Komnas PA Ungkap Peran Penting Orang Tua dan Guru Terhadap Masa Depan Anak Autis

Nasional | sindonews | Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:53
share

Komisioner Komnas Perlindungan Anak (PA) sekaligus Bunda Anak Autis Indonesia Imaculata Umiyati menekankan pentingnya kemandirian anak autis serta masa depan mereka. Untuk mewujudkan itu, peran orang tua dan guru di sekolah sangat penting.

Hal itu mengemuka dalam seminar parenting gratis bertajuk "Mengenal Autisme dan Penanganannya" di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, pada Minggu, 4 Oktober 2026. Acara yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 15.00 WIB ini dihadiri oleh Camat Cijeruk Moch. Sobar Masoer serta Kepala Desa Cipelang Kiki Sukiwan.

Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari orang tua, guru, dan remaja putri warga setempat turut hadir dan menyimak materi dengan antusias hingga akhir acara. "Kemandirian anak autis serta masa depan mereka sangat penting. Pera. para orang tua dan tenaga pendidik sangat penting," ujarnya, Rabu (7/10/2026).

Baca juga: Suarakan Solidaritas, Konser Amal untuk Palestina Digelar di Jakarta

Sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus, Imaculata memberikan plakat penghargaan kepada pihak kecamatan dan desa.Camat Cijeruk Moch Sobar Masoer menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Pihaknya mengapresiasi kontribusi Imaculata yang dinilai secara nyata membantu masyarakat setempat.

"Seminar ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian Imaculata terhadap lingkungan sekitar, mengingat masih banyaknya anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan perhatian di wilayah Cijeruk," katanya.

Menurut dia, kehadiran Imaculata, yang dikenal sebagai perempuan pertama peraih rekor MURI dalam mengentaskan anak autis melalui pendidikan perilaku dan kemandirian, memberikan dampak positif bagi pemahaman warga.

Salah seorang guru Sekolah Dasar (SD) yang hadir mengaku baru menyadari beberapa siswanya merupakan anak autis setelah mendengarkan penjelasan yang disampaikan secara runtut dan mudah dipahami. Guru tersebut berharap dapat mengikuti pelatihan lanjutan untuk menangani siswa yang mengalami tantrum di kelas.

Selain itu, para peserta remaja putri mendapatkan wawasan mengenai pola hidup sehat dan kehati-hatian dalam memilih produk perawatan kulit (skincare) yang berpotensi mengandung zat kimia berbahaya.

Keberhasilan metode pendidikan di lembaga yang dipimpin Imaculata turut menarik perhatian tenaga pendidik dari luar daerah. Seorang guru asal Bekasi secara khusus hadir untuk mempelajari penerapan kurikulum Individualized Education Program (IEP) yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak, serta mengajukan permohonan pelatihan bagi para guru di sekolahnya.

Sebagai tindak lanjut dari seminar ini, pihak Kecamatan Cijeruk bersama Imaculata sepakat untuk menjalin kerja sama berkelanjutan. Program mendatang meliputi pendataan anak berkebutuhan khusus di wilayah Cijeruk, pelatihan penanganan ABK bagi para ibu, serta pemberian edukasi dan motivasi bagi remaja putri mengenai kesehatan reproduksi dan persiapan masa depan.

Topik Menarik