100 Tahun Pesantren Gontor, Prabowo: Tak Boleh Ada Rakyat Kelaparan, Kemiskinan Harus Dihapus

100 Tahun Pesantren Gontor, Prabowo: Tak Boleh Ada Rakyat Kelaparan, Kemiskinan Harus Dihapus

Nasional | sindonews | Sabtu, 19 September 2026 - 19:56
share

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada masyarakat Indonesia yang mengalami kelaparan maupun kekurangan gizi. Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan lahan yang subur tidak seharusnya masih memiliki rakyat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.

“Saya tidak ingin ada orang lapar di Indonesia. Indonesia yang subur, Indonesia yang begitu banyak kekayaannya, tidak boleh ada orang yang lapar di bumi Indonesia,” ujar Prabowo saat memberikan sambutan di Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Prabowo, perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan pangan juga harus diberikan kepada anak-anak Indonesia. Ia menegaskan tidak boleh ada anak yang mengalami kekurangan gizi ataupun harus berangkat ke sekolah dalam kondisi lapar.

“Saya ingin anak-anak Indonesia tidak boleh ada yang kurang gizi,” ucapnya.

Baca juga: Prabowo di Gontor: Kita Tidak Boleh Berharap Dikasihani Bangsa LainKarena itu, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus berupaya mengatasi kemiskinan di Indonesia. Ia menyatakan komitmennya untuk bekerja keras agar kemiskinan dapat dihapus dari Tanah Air.

“Karena itu saya ingin berjuang sekeras-kerasnya untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia,” tegasnya.

Di sisi lain, Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan untuk sejumlah komoditas. Menurut dia, kemampuan memproduksi kebutuhan pangan sendiri menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan dan kemandirian bangsa.

Lihat video: FULL Pidato Presiden Prabowo di Acara Syukuran 1 Abad Ponpes Gontor

“Dan alhamdulillah, Indonesia sudah swasembada pangan. Indonesia sudah bisa menghasilkan makanan untuk rakyatnya sendiri,” tuturnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya kemandirian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan rakyat. Ia mengatakan Indonesia tidak boleh menggantungkan kebutuhan pokoknya kepada negara lain maupun berharap belas kasihan dari bangsa lain.

“Kita tidak boleh bergantung kepada bangsa lain. Kita tidak boleh berharap dikasihani bangsa lain. Tidak ada bangsa yang kasihan kepada kita,” ujarnya.

Topik Menarik