HUT Ke-81 PMI di Tangsel, Digelar Donor Darah hingga Penyaluran Air Bersih

HUT Ke-81 PMI di Tangsel, Digelar Donor Darah hingga Penyaluran Air Bersih

Nasional | sindonews | Sabtu, 19 September 2026 - 17:56
share

Peringatan HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) di Kota Tangerang Selatan dirayakan bersama warga Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Sabtu (19/9/2026). Selain penyaluran air bersih dan air minum, kegiatan diisi donor darah, pemeriksaan kesehatan, penyerahan penghargaan kepada lembaga dan warga yang dinilai berdedikasi, serta pemotongan tumpeng.

Sejak pagi, warga datang silih berganti. Ada ibu-ibu membawa anak, warga lanjut usia, anak muda, pengurus lingkungan, hingga para relawan Palang Merah Indonesia. Di bawah tenda, sebagian warga menunggu pemeriksaan kesehatan.

Di tempat lain, petugas menyiapkan pelayanan donor darah. Sebuah mobil tangki bertuliskan PMI Tangerang Selatan terparkir tak jauh dari lokasi kegiatan. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan menggelar rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI, Sabtu (19/9/2026). Peringatan berlangsung sederhana. Tumpeng menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan PMI yang telah berusia 81 tahun. Baca juga:PMI dan Krisis Kemanusiaan di Era Bencana

Ketua PMI Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany hadir bersama jajaran pengurus, relawan, unsur pemerintah, serta masyarakat setempat. Airin mengatakan tema HUT ke-81 PMI, “Peduli, Bergerak, Bersama”, mempunyai arti bahwa kepedulian harus diwujudkan melalui kerja nyata dan dilakukan bersama-sama. Tema tersebut juga menjadi tema nasional peringatan PMI tahun ini.

“Harapannya kita ingin memberikan kebermanfaatan untuk masyarakat. Hadirnya PMI, baik di Indonesia, provinsi, kabupaten, kota, khususnya Tangerang Selatan, tidak mungkin bisa bergerak dan peduli terhadap masyarakat sendirian,” kata Airin.Menurut dia, peran PMI selalu membutuhkan dukungan dan kerja sama banyak pihak, mulai dari masyarakat hingga unsur pemerintahan. “Ada kolaborasi dan kerja sama tentunya dari unsur masyarakat, muspida, muspika, dan juga bantuan dari masyarakat dan yang lainnya. Harapan kami terus adanya kebersamaan, bersama-sama bergerak dan peduli sehingga memberikan kebermanfaatan,” ujarnya.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian warga adalah penyaluran air bersih. Kemarau panjang dalam beberapa bulan terakhir memang berdampak di sejumlah wilayah Tangerang Selatan, tidak hanya Keranggan. Pemkot Tangerang Selatan mencatat hingga 8 September 2026 sebanyak 943.950 liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Dua hari sebelum kegiatan PMI digelar, BPBD Tangsel mencatat 27 titik terdampak kekeringan yang tersebar di Keranggan, Kademangan, Muncul, Serpong, dan Bakti Jaya. Sebanyak 2.721 warga disebut mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Keranggan sendiri sejak beberapa bulan terakhir menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan distribusi air cukup banyak. Pemerintah daerah telah menyalurkan air secara berkala ke sejumlah titik di kelurahan tersebut.

Airin mengatakan, PMI berkoordinasi dengan BPBD Kota Tangerang Selatan untuk mengetahui wilayah yang membutuhkan dukungan. Menurut dia, pemerintah selama ini telah melakukan distribusi air pada hari kerja. PMI kemudian mengambil bagian untuk membantu mengisi kebutuhan pada akhir pekan.

“Pemerintah Kota Tangsel sudah mengisi untuk memberikan air bersih di hari Senin sampai dengan Jumat. Nah, Sabtu ini tidak ada, makanya kami PMI masuk di hari Sabtu-Minggu ini,” ujar Airin.“Mudah-mudahan masyarakat tidak merasakan kekeringan di hari Sabtu-Minggu karena hadirnya kami, bantuan kami yang mengisi apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan,” lanjutnya. Baca juga:Antusiasme Karyawan MNC Group Ikut Donor Darah, Sekaligus Bantu Korban Gempa NTT

Bagi warga Keranggan, kebutuhan itu nyata. Ketua RW 04 Kelurahan Keranggan, Adidi, mengatakan pasokan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama warga selama musim kemarau. “Selama kita di sini memasuki musim kekeringan, PMI bergerak bersama BPBD menyuplai kebutuhan air di Kelurahan Keranggan,” katanya.

Ia menilai peran PMI terasa karena kegiatan dilakukan langsung di tengah masyarakat. “Untuk saat ini, kami membutuhkan intinya air bersih untuk di lingkungan kami. Karena di sini sudah mulai banyak yang terdampak kekeringan akibat kemarau ini,” ujarnya.

Topik Menarik