Serukan 'Free Palestine', Prabowo Dikalungkan Kefiyyeh oleh Dubes Palestina: Simbol Perjuangan!

Serukan 'Free Palestine', Prabowo Dikalungkan Kefiyyeh oleh Dubes Palestina: Simbol Perjuangan!

Nasional | okezone | Sabtu, 19 September 2026 - 14:53
share

JAKARTA - Momen emosional terjadi saat Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia Abdalfatah A.K. Al-Sattari menghampiri Presiden Prabowo Subianto dan mengalungkan kefiyyeh Palestina ke lehernya.

Pemberian kefiyyeh tersebut dilakukan setelah nama Palestina disebut dalam sambutan Presiden Prabowo dan mendapat sambutan riuh tepuk tangan dari para hadirin.

Dubes Al-Satarri mengatakan, dirinya merasa bahagia melihat Presiden Prabowo hadir dalam acara tersebut. Ia kemudian memutuskan memberikan kefiyyeh sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas dukungan Indonesia terhadap Palestina.

“Saya merasa sangat bahagia ketika melihat beliau hadir, dan saya memutuskan untuk memberikan kefiyyeh Palestina kepada beliau, untuk berterima kasih kepada beliau,” ujarnya.

Menurutnya, kefiyyeh yang diberikannya bukan sekadar benda ataupun simbol budaya Palestina. Kefiyyeh, kata dia, membawa ingatan mengenai sejarah dan perjuangan rakyat Palestina.

Ia menyebut pemberian kefiyyeh tersebut sekaligus menjadi ungkapan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan seluruh rakyat Indonesia atas dukungan yang selama ini diberikan kepada Palestina.

Momen tersebut semakin emosional ketika Al-Satarri memeluk Presiden Prabowo. Ia mengaku merasakan bahwa rakyat Palestina tidak sendirian dalam menghadapi situasi yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat.

“Saya mungkin menangis setelah itu karena ketika saya memeluk beliau, saya merasa bahwa kami tidak sendirian. Indonesia berdiri bersama Palestina dan rakyat saya tidak sendirian di Gaza dan Tepi Barat,” ungkapnya.

Al-Sattari mengatakan dukungan Indonesia terhadap Palestina telah ia rasakan sejak tiba di Indonesia sekitar delapan bulan lalu. Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya datang dari Presiden Prabowo, tetapi juga dari berbagai pemimpin dan lapisan masyarakat Indonesia.

“Sejak saya tiba di Indonesia, selama delapan bulan, saya mulai merasakan dukungan yang sangat besar untuk Palestina. Dan ini bukan pertama kalinya Presiden menyampaikan tentang situasi di Palestina. Dalam berbagai pidatonya, dan juga para pemimpin Indonesia, mereka berbicara tentang Palestina,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia, khususnya para santri dan keluarga besar Gontor. Al-Sattari berharap perhatian terhadap kondisi rakyat Palestina terus terjaga.

Ia juga mengapresiasi dukungan yang selama ini diberikan berbagai kalangan di Indonesia, mulai dari kampus, masyarakat, hingga media.

Menutup pernyataannya, Al-Satarri menitipkan satu permintaan kepada masyarakat Indonesia, yakni doa untuk rakyat dan tanah air Palestina.

“Kami membutuhkan dari rakyat Indonesia hanya satu hal, kami membutuhkan doa, hanya doa untuk rakyat saya, untuk negara saya, dan perjuangan kami. Dan kita akan bertemu bersama di Palestina,” pungkasnya.

Topik Menarik