Mayoritas Tersangka Karhutla Diduga Sengaja Bakar Hutan, Sahroni: Hukum Berat Termasuk Bohirnya!

Mayoritas Tersangka Karhutla Diduga Sengaja Bakar Hutan, Sahroni: Hukum Berat Termasuk Bohirnya!

Nasional | sindonews | Selasa, 8 September 2026 - 20:30
share

Polri telah menerima 200 laporan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan telah menetapkan 138 tersangka. Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pada Senin (7/9/2026) menyebutkan bahwa 119 tersangka diduga melakukan pembakaran secara sengaja, sementara 19 lainnya karena kelalaian.

Polri juga kini tengah mendalami dugaan keterlibatan delapan korporasi terkait karhutla. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah cepat Polri dalam menangani kasus karhutla. Namun, ia turut meminta polisi mendalami pihak-pihak di balik para pelaku lapangan tersebut.

“Saya apresiasi Polri yang sigap menangani karhutla sedari kemarin. Tapi belum cukup, saya minta Polri bersama PPATK telusuri rekening 138 tersangka tersebut, cek apakah ada aliran dana dari pihak tertentu yang memerintahkan atau membiayai,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Baca juga: 138 Orang Ditetapkan Tersangka Karhutla, 8 Korporasi Diusut

“Karena rasanya janggal kalau ratusan orang bergerak dalam waktu berdekatan tanpa ada pihak berkepentingan yang mengorganisir. Ini juga lah yang bikin Presiden Prabowo marah kemarin, ada dugaan penanaman sawit di titik-titik lokasi bekas karhutla. Maka pastikan tindak tegas mereka semua. Hukum berat tak hanya pelaku tapi juga para cukongnya,” sambungnya.

Sahroni juga meminta dugaan keterlibatan korporasi diusut secara serius, terutama jika ditemukan kaitan dengan pembukaan lahan setelah terjadinya karhutla. “Makanya, dugaan keterlibatan korporasi juga jangan berhenti di pemeriksaan,” tegas Sahroni.

“Kalau terbukti ada yang sengaja membakar atau memanfaatkan lahan bekas karhutla, tindak tegas. Kalau korporasinya terlibat, izinnya harus dicabut dan penanggung jawabnya dipidanakan. Jangan sampai pelaku lapangan saja yang kena, sementara dalang dan yang membiayai lolos. Padahal mereka justru biang keroknya,” pungkasnya.

Topik Menarik