Penampakan Kebakaran TPA Putri Cempo Solo, 105 Warga Terpaksa Mengungsi
Sebanyak 105 jiwa terdampak asap kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Saat ini, mereka berada di lokasi pengungsian di GOR UTP Desa Plesungan, Kabupaten Karanganyar.
Dampak asap masih dirasakan di sebagian wilayah Kabupaten Karanganyar, khususnya Dusun Sulurejo RT 05 hingga RT 10, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo. Meski demikian, kondisi asap dilaporkan semakin berkurang seiring berlanjutnya proses pemadaman kebakaran.
Baca juga: Kebakaran TPA Putri Cempo, Pemkot Solo Kerahkan Water Boombing
"Sebanyak 105 jiwa warga terdampak saat ini berada di lokasi pengungsian di GOR UTP Desa Plesungan. Penanganan dampak asap dilakukan secara paralel dengan operasi pemadaman untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak," ungkap Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Berton pun mengatakan penanganan dampak asap dilakukan secara bersamaan dengan operasi pemadaman. "Penanganan dampak asap dilakukan secara paralel dengan operasi pemadaman untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak," kata Berton.Sementara itu, area terbakar di TPA Putri Cempo secara umum telah berkurang. Blok C dan Blok D telah dinyatakan aman, sedangkan Blok B masih dalam penanganan karena masih terdapat area yang terbakar.
Baca juga: Ahli Sebut Erupsi Gunung Api Murni Dinamika Tektonik Bumi, Bukan Rekayasa Teknologi
Tim gabungan menargetkan pemadaman Blok B dapat dituntaskan dalam waktu tujuh hari ke depan. Pemadaman diprioritaskan pada area Blok B di sekitar jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang masih terdapat titik api.
Pemadaman dioptimalkan melalui jalur darat menggunakan metode injeksi dan penyemprotan air. Ketersediaan air juga terus dipastikan dengan mengoptimalkan hydrant di fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) serta menambah tandon air.
BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mulai mempersiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari upaya penanganan. Pelaksanaan OMC akan menyesuaikan dengan ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan operasional.
"Masyarakat di sekitar lokasi terdampak diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan petugas di lapangan serta menggunakan perlindungan pernapasan apabila kualitas udara di lingkungan sekitar menurun akibat paparan asap," imbaunya.









