Semarak HUT ke-81 RI, 9.000 Warga Desa Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Semarak HUT ke-81 RI, 9.000 Warga Desa Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Nasional | sindonews | Sabtu, 5 September 2026 - 17:53
share

Peringatan HUT ke-81 RI menjadi momentum memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat desa. Di antaranya berupa pemeriksaan kesehatan gratis secara serentak di 18 desa. Program ini diperkirakan menjangkau hingga 9.000 warga di berbagai daerah.

Masyarakat yang datang ke lokasi kegiatan mendapat pemeriksaan kesehatan dasar, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol hingga asam urat. Tim dokter dan tenaga kesehatan juga disiapkan untuk memberikan konsultasi secara langsung.

Baca juga: Cek Kesehatan Gratis 2026 Ungkap 4,9 Juta Warga Alami Hipertensi, 11 Juta Obesitas

Bukan hanya pemeriksaan, peserta yang berdasarkan hasil konsultasi membutuhkan obat juga mendapatkannya secara gratis sesuai kebutuhan medis.

Kegiatan yang dilaksanakan BRIMedika bersama BRI Peduli ini sekaligus menjadi upaya mendorong masyarakat untuk tidak menunggu sampai mengalami keluhan kesehatan untuk memeriksakan diri. Pemeriksaan dasar diharapkan dapat membantu warga mengenali kondisi kesehatan dan faktor risiko penyakit lebih awal.

Kepala Klinik BRIMedika, dr Azdi mengatakan akses terhadap pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperluas, terutama bagi masyarakat yang belum rutin melakukan pemeriksaan.

Baca juga: Deteksi Dini Jadi Kunci, CKG Diperkuat untuk Tekan Kematian akibat Penyakit Tidak Menular

“Kesehatan bukan hanya tentang mengobati ketika seseorang sudah sakit, tetapi juga bagaimana kita mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara rutin dan mengenali kondisi kesehatannya sejak dini. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, mudah diakses, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa BRILiaN,” ujar Azdi dalam keterangannya dikutip Sabtu (5/9/2026).

Pelayanan kesehatan tersebut berlangsung di 18 desa yang tersebar di sejumlah daerah. Lokasinya mencakup Desa Bawomatalou di Medan, Desa Empangbaru di Pekanbaru, Desa Tanjung Haro Sikabu-kabu di Padang, serta Desa Ibru di Palembang.Pelayanan juga berlangsung di Desa Swastika Buana, Bandar Lampung; Desa Gunung Mas, Desa Sawarna dan Desa Rorotan di wilayah Jakarta; serta Desa Sukalaksana di Bandung.

Selanjutnya, kegiatan menjangkau Desa Lerep di Semarang, Desa Banyuanyar di Yogyakarta, Desa Doudo di Surabaya, dan Desa Pujon Kidul di Malang.

Di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, layanan diberikan di Desa Batuah, Banjarmasin; Desa Barru, Makassar; Desa Sofifi, Manado; Desa Angseri, Denpasar; serta Desa Banjar Ausoy, Jayapura.

Pelaksanaan di berbagai titik tersebut melibatkan unit BRIMedika di masing-masing wilayah, termasuk BRIMedika Medan, Pekanbaru, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar dan Denpasar, serta dukungan UPS di Banjarmasin dan Manado.

Perkuat Upaya Preventif

Azdi menilai kegiatan semacam ini memiliki nilai penting karena masih terdapat masyarakat yang belum dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Kami melihat masih ada masyarakat yang belum memiliki kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Karena itu, layanan kesehatan gratis seperti ini penting sebagai upaya promotif dan preventif, sekaligus menjadi momentum untuk memberikan edukasi agar masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarganya,” katanya.Pemeriksaan kesehatan tidak hanya berfungsi untuk mengetahui kondisi tubuh saat itu. Edukasi setelah pemeriksaan juga diperlukan agar masyarakat memahami hasil skrining dan mengetahui langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan.

Kolaborasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

“Kami mengapresiasi dukungan BRI Peduli dalam kegiatan ini. Klinik BRIMedika berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan,” ujar Azdi.

Topik Menarik