Kebakaran 2 Rumah Warga Mamasa gegara Korsleting Listrik, Uang Puluhan Juta Hangus
MAMASA, iNews.id - Kebakaran rumah terjadi di Dusun Talodo, Desa Rantepuang, Kecamatan Sesenapadang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Jumat (28/8/2026) petang. Kobaran api melahap dua rumah warga dengan kerugian hingga Rp150 juta.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang terjadi di ruang tamu salah satu rumah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun uang tunai puluhan juta ikut hangus terbakar.
Informasi diperoleh, kebakaran bermula ketika Pelipus T (56) sedang berada di dalam rumah bersama cucunya. Dia tiba-tiba mencium bau hangus sebelum melihat kobaran api muncul dari area ruang tamu.
Menyadari api mulai membesar, Pelipus langsung menyelamatkan cucunya keluar dari rumah. Api kemudian dengan cepat merambat karena bangunan rumah banyak menggunakan material kayu.
Kobaran api tidak hanya menghanguskan rumah Pelipus. Rumah tetangganya, Dominggus (40), juga ikut terbakar setelah api merambat ke bangunan di sekitarnya.
Petugas Damkar Kabupaten Mamasa menerima laporan kebakaran dan tiba di lokasi. Proses pemadaman turut melibatkan personel BPBD, Polri, petugas PLN, serta warga setempat.
Api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kemudian memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kebakaran tersebut. Namun, kedua pemilik rumah kehilangan tempat tinggal dan sejumlah barang berharga akibat kobaran api.
Di rumah Pelipus, kerugian ditaksir sekitar Rp70 juta. Barang yang terbakar antara lain sepeda motor Honda Revo, mesin gilingan padi, kulkas, sekitar 300 lembar papan kayu, stok padi, sertifikat tanah, dua ponsel, serta uang tunai Rp2 juta.
Sementara itu, rumah Dominggus mengalami kerugian sekitar Rp80 juta. Sejumlah barang yang terbakar meliputi sepeda motor, dua laptop, mesin cuci, televisi, perabot rumah tangga, serta uang tunai sekitar Rp30 juta.
Dengan demikian, total kerugian akibat kebakaran dua rumah di Mamasa tersebut diperkirakan mencapai Rp150 juta.









