48 Hektare Lahan di Pulang Pisau Terbakar, 8 Orang Ditetapkan Tersangka

48 Hektare Lahan di Pulang Pisau Terbakar, 8 Orang Ditetapkan Tersangka

Nasional | inews | Jum'at, 24 Juli 2026 - 09:42
share

PULANG PISAU, iNews.id – Polres Pulang Pisau, menetapkan delapan warga sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Trans Kalimantan, Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng). Para tersangka diduga membakar lahan untuk membuka areal perkebunan mengakibatkan 48 hektare lahan terbakar.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti serta memeriksa para pemilik lahan yang diduga terlibat dalam kebakaran tersebut.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, luas lahan yang terbakar di kawasan Tumbang Nusa mencapai 48 hektare. Meski api berhasil dikendalikan, tim gabungan masih terus melakukan penanganan karena masih terdapat sejumlah titik api yang berpotensi meluas di tengah musim kemarau.

Hasil penyelidikan menunjukkan kedelapan tersangka diduga sengaja membakar lahan untuk membuka areal perkebunan demi kepentingan pribadi. Seluruh tersangka diketahui merupakan pemilik lahan yang memiliki Surat Keterangan Tanah (SKT) di lokasi yang terbakar.

"Dari hasil penyelidikan Polres Pulang Pisau menetapkan delapan warga sebagai tersangka yang melakukan pembakaran di sana," ujar Irjen Iwan, Kamis (23/7/2026).

Untuk mencegah lahan hasil pembakaran dimanfaatkan, polisi akan memasang garis pengamanan serta papan larangan memasuki area yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan agar lahan yang dibuka dengan cara melanggar hukum tidak digunakan untuk aktivitas perkebunan.

Polda Kalteng akan terus melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, terutama selama musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran.

Saat ini, tim gabungan masih berupaya memadamkan titik-titik api yang kembali muncul di Desa Tumbang Nusa. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar demi mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Topik Menarik