Update Bentrok Warga di Adonara NTT: 3 Orang Tewas hingga Sejumlah Rumah Dibakar
FLORES TIMUR, iNews.id - Korban tewas akibat bentrok warga Desa Narasaosina dan Desa Waeburak, Kecamatan Adonara Timur, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi tiga orang. Selain itu sejumlah rumah dibakar dan mengakibatkan tujuh warga terluka, Sabtu (18/7/2026).
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan hasil pendataan sementara menunjukkan tiga korban meninggal dunia seluruhnya merupakan laki-laki.
"Dua korban berasal dari Desa Narasaosina dan satu korban warga Desa Waeburak," ujarnya.
Selain korban tewas, empat warga mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan. Dua korban dirujuk ke RSUD Larantuka, sedangkan dua lainnya dirawat di Lembata.
Sementara itu, tiga korban lain mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan menjalani rawat jalan setelah mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Pratama Adonara.
Satu jenazah korban sempat belum dapat dievakuasi hingga Sabtu siang karena lokasi bentrokan masih dipenuhi ratusan massa. Jenazah tersebut merupakan warga Desa Narasaosina sempat tertahan di lokasi bentrokan.
Sementara dua jenazah telah berhasil dievakuasi oleh masing-masing pihak dan dimakamkan.
Selain menelan korban jiwa, bentrokan juga menghanguskan sedikitnya 20 unit rumah milik warga. Situasi keamanan kini mulai terkendali dengan personel gabungan tetap disiagakan untuk mencegah bentrokan kembali terjadi.
Konflik antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waeburak diketahui telah berlangsung selama bertahun-tahun. Perselisihan kedua desa sebelumnya juga sempat dimediasi oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur.
Pada bentrokan yang terjadi pada 9 Mei 2026, belasan rumah terbakar dan tujuh warga terkena tembakan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Awal Juli lalu, warga kedua desa juga telah menyerahkan ratusan senjata api kepada Polres Flores Timur sebagai bagian dari upaya penyelesaian konflik.
Meski demikian, bentrokan kembali pecah pada Sabtu pagi dan kini masih didalami aparat kepolisian.










