Ratusan Santri Akan Diterjunkan Mengajar di Pedalaman Papua
JAKARTA — Ratusan mahasantri akan diterjunkan mengajar di pedalaman Papua. Selain itu, mereka juga akan mengajar di berbagai daerah di Indonesia. Fenomena ini menjadi gambaran bahwa lulusan pesantren masih sangat dibutuhkan masyarakat.
Khususnya mereka yang memiliki penguasaan Alquran, kemampuan membaca kitab kuning, dan adab pesantren yang kuat.
Menteri Agama Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya peran pesantren dan Ma’had Aly dalam menjaga tradisi keilmuan Islam dan moderasi beragama.
“Serta membangun generasi ulama yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa tercerabut dari akar tradisi,” ujar Nasaruddin dalam Wisuda Ma’had Aly As’adiyah Sengkang Takhaṣṣuṣ Tafsir wa Ulumuhu, Minggu (10/5/2026).
Ketua Umum Asosiasi Ma’had Aly Indonesia, Nur Salikin, menambahkan,fenomena tersebut sebagai bukti bahwa pesantren masih menjadi pusat kaderisasi ulama dan pendidik umat yang dipercaya masyarakat.
“Bahkan sebelum prosesi wisuda selesai, para mahasantri sudah dipanggil umat untuk mengabdi. Ini menunjukkan bahwa masyarakat masih menaruh harapan besar kepada kader-kader pesantren,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat hari ini tidak hanya membutuhkan sosok yang pandai berbicara agama, tetapi juga pendidik yang memiliki kedalaman ilmu, akhlak, dan kesiapan hidup bersama umat.
“Yang dicari bukan hanya kemampuan ceramah. Mereka mencari guru yang bisa membimbing, membaca kitab, menjaga adab, dekat dengan masyarakat, dan mampu menjadi teladan,” tutupnya.










