Luncurkan Syiar Zulhijjah, PKS Tekankan Dampak Sosial dan Ekonomi Kurban
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meluncurkan Syiar Zulhijjah sebagai momentum menguatkan ketakwaan, ukhuwah Islamiyah, dan kepedulian sosial umat di bulan penuh kemuliaan Zulhijjah 1447 H. Presiden PKS Almuzzammil Yusuf menegaskan bahwa ibadah haji dan kurban yang akan dilakukan di bulan Zulhijjah ini memiliki dampak besar bagi kehidupan umat Islam dan masyarakat dunia.
“Sebentar lagi kita masuk hari-hari kurban ini hari raya yang luar biasa dari ketakwaan seorang hamba Allah,” ujar Almuzzammil, Jumat (8/5/2026).
Baca juga: Almuzzammil: Milad ke-24 PKS Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi
Ia menyebut, dari sisi kesejahteraan masyarakat, pemotongan hewan kurban di Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta ekor setiap tahun dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Kemudian ibadah haji, juga menjadi simbol persaudaraan global umat Islam. Di mana umat muslim dari seluruh dunia dengan berbagai latar belakang berkumpul dengan niat yang sama.Terungkap Motif Anak Tega Mutilasi Ibu Kandung di Lahat, Emosi Tak Diberi Uang untuk Judol
“Tidak ada kegiatan lain yang bisa membuat berkumpulnya orang dari seluruh dunia, yang kaya, yang pas-pasan, pedagang, petani, nelayan kumpul semua dengan satu niat yang sama,” katanya.
Baca juga: Aliansi Ormas Islam Minta Ade Armando hingga Grace Natalie Dipecat dari Kursi Komisaris BUMN
Almuzzammil juga menyoroti pengaruh besar Kota Makkah terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia melalui tokoh-tokoh pendiri organisasi Islam besar yaitu Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah.
“NU dan Muhammadiyah dibangun oleh dua ulama yaitu Syekh Hasyim Asy’ari dan Ahmad Dahlan yang belajar di Mekah,” katanya.
Menutup arahannya, Almuzzammil berharap Syiar Zulhijjah menjadi momentum memperkuat persatuan umat.
“Mudah-mudahan Syiar Zulhijjah ini, hari raya umat Islam ini bisa terus menyatukan dunia Islam internasional, membagi kesejahteraan dengan hewan kurbannya dan mengokohkan lembaga-lembaga pendidikan kita,” pungkasnya.










