Toko Kelontong di Kemayoran Diacak-acak, TNI AD Akui Ada Keterlibatan Anggotanya
Peristiwa toko kelontong diacak-acak di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat viral di media sosial. Dalam video viral yang diunggah akun Instagram, terlihat toko kelontong tersebut sudah berantakan.
Tampak beberapa orang pria menyerang seorang pria berkaus merah yang sedang menggunakan helm. Ada pula sebuah motor matic tergeletak tidak jauh dari kardus-kardus air mineral tersebut. Warga yang melihat kejadian itu berusaha melerai. Warga juga terlihat membawa beberapa orang menjauh dari lokasi.
Terkait peristiwa itu, TNI AD memberikan penjelasan dugaan keterlibatan prajuritnya dalam peristiwa itu. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan keributan itu melibatkan prajuritnya bernama Sertu AW.
Baca juga: Polisi Ringkus 3 Pembobol Toko Grosir di Ciomas Bogor
“Menanggapi pertanyaan terkait video yang beredar tentang dugaan penganiayaan dan perusakan warung di wilayah Kemayoran, dapat kami sampaikan bahwa memang benar telah terjadi insiden keributan antara seorang prajurit TNI AD dengan warga sipil di lokasi tersebut,” kata Donny, Selasa (5/5/2026).Donny menjelaskan, kejadian itu berawal adanya kesalahpahaman saat transaksi di warung yang kemudian berkembang menjadi cecok. “Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini yang bersangkutan sedang mendapatkan penanganan medis di RS Hermina Kemayoran,” ujarnya.
Lihat video: Aksi Tawuran Remaja di Cilincing Akibatkan Kerugian Material pada Warung Kelontong
Donny melanjutkan, kerusakan warung yang terjadi setelahnya merupakan bagian dari rangkaian kejadian di lokasi yang situasinya sudah memanas.“Namun demikian, seluruh peristiwa ini saat ini telah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat dan juga didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh,” ungkapnya.
Donny mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial yang belum tentu menggambarkan kejadian secara lengkap. Donny memastikan setiap prajurit yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti melakukan pelanggaran.
“Saat ini situasi di lapangan sudah aman dan kondusif, serta kami juga terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar penanganan berjalan dengan baik,” jelas dia.










