Banjir Melanda Ogan Komering Ulu, 450 Jiwa Terdampak

Banjir Melanda Ogan Komering Ulu, 450 Jiwa Terdampak

Nasional | sindonews | Selasa, 5 Mei 2026 - 06:08
share

Banjir terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan, pada Minggu (3/5/2026), pukul 06.00 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan bahwa hujan lebat berdurasi panjang menyebabkan debit air Sungai Wal meluap.

“Akibatnya, banjir merendam satu desa di Kecamatan Lubuk Batang, yaitu Desa Gunung Meraksa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).

BPBD Kabupaten OKU mengidentifikasi sebanyak 164 kepala keluarga (KK) atau 450 jiwa terdampak akibat insiden tersebut. Personel gabungan melakukan upaya penanganan darurat saat banjir melanda masyarakat.

Baca juga: Kali Bekasi Siaga 2, BPBD Kota Bekasi Nyalakan Sirine Peringatan Banjir

“Di samping itu, untuk mengantisipasi meluasnya dampak, BPBD menyebarluaskan informasi peringatan dini dan kesiapsiagaan kepada warga. Pada Minggu (3/5/2026) petang, banjir yang menggenangi rumah warga masih belum surut,” ujarnya.

Menyikapi potensi ancaman hidrometeorologi basah yang masih dapat terjadi, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga. Berdasarkan prakiraan cuaca, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Beberapa provinsi, seperti Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan wilayah di Pulau Jawa, bahkan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan dini menjadi kunci pengurangan risiko bencana.

BNPB mengimbau BPBD untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta jalur komunikasi sampai ke tingkat aparat desa guna mendukung aksi dini agar masyarakat terhindar dari bencana.

Di samping itu, seluruh pihak diharapkan terus memantau dan memutakhirkan informasi sehingga peringatan dini dapat diteruskan kepada warga di wilayah yang berpotensi terdampak.

Topik Menarik