Hari Seni Sedunia, Ibas Dorong Penguatan Seni Budaya Kreatif

Hari Seni Sedunia, Ibas Dorong Penguatan Seni Budaya Kreatif

Nasional | sindonews | Kamis, 16 April 2026 - 08:36
share

Memperingati Hari Seni Sedunia, Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menghadiri diskusi bertajuk “Seni Budaya Kreatif Sebagai Identitas Bangsa: Menjaga dan Menghidupkan Warisan Budaya Indonesia” di Museum Nasional Indonesia (Museum Gajah), Jakarta, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pelaku seni dan budaya serta menjadi ruang dialog kebangsaan untuk memperkuat peran seni dalam pembangunan nasional.

Ibas menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa, yang harus terus dijaga dan dikembangkan. “Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam seni dan budaya. Dari berbagai tarian, musik, hingga seni rupa, dan pertunjukkan. Kita memiliki kekayaan yang seharusnya kuat di dalam negeri dan bisa kita angkat ke dunia internasional,” ujar Ibas, dikutip Kamis (16/4/2026).

Dia menekankan bahwa penguatan industri seni budaya kreatif bukan hanya penting sebagai identitas bangsa, tetapi juga sebagai peluang ekonomi Nasional, yang mampu mengisi ruang-ruang industri hiburan, baik di dalam negeri maupun di tingkat global.

Baca juga: Update Kasus Grup Chat FHUI: UI dan Kementerian PPPA Sepakat Perkuat Investigasi

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR ini mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengagumi budaya luar, tetapi juga untuk mencintai dan mengembangkan budaya Indonesia sendiri. “Kita harus mengajarkan generasi muda untuk tidak hanya mempertahankan budaya, tetapi juga untuk mengembangkan, dan memajukannya. Kita tidak hanya ingin melestarikan, tetapi juga meningkatkan dan mempercepat manfaat budaya kita,” tegasnya.

Ibas juga menekankan pentingnya pendekatan yang lebih inovatif dan kreatif dalam melestarikan kebudayaan, dengan menggabungkan pelestarian dengan inovasi yang relevan di era digital. Dia mengingatkan akan tantangan yang dihadapi seni dan budaya Indonesia, terutama dengan adanya perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), NFT, dan galeri digital.

“Teknologi ini bisa menjadi peluang besar, tetapi juga bisa menjadi ancaman jika tidak dikelola dengan bijaksana,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara tradisi budaya Indonesia baik itu klasik dan pop modern serta inovasi teknologi, agar seni dan budaya kita tetap relevan dan berkembang di pasar global. Selain itu, Ibas juga mengungkapkan keprihatinannya atas berbagai tantangan yang dihadapi para pelaku seni Indonesia, mulai dari keterbatasan akses pasar hingga rendahnya apresiasi ekonomi terhadap karya seni.

Menurutnya, sektor seni budaya bukan hanya soal ekspresi artistik, tetapi juga soal mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Pekerja seni harus mendapatkan perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual dan kebijakan yang berpihak pada mereka, agar mereka bisa mengembangkan karya mereka tanpa khawatir,” katanya.Ibas juga menegaskan bahwa seni merupakan penerus peradaban bangsa dan instrumen penguat persatuan serta kedaulatan bangsa. “Seni adalah bahasa universal yang mampu menembus batas apa pun dan menjadi penghubung antar bangsa. Seni tidak hanya simbol identitas bangsa, tetapi juga cerminan nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan keadilan sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Sementara itu, Bayu Genia Chrisby dari Galeri Nasional mengungkapkan keterbatasan infrastruktur galeri, meskipun pembangunan gedung baru sedang direncanakan. Pradetya Novitri dari Yayasan Titimangsa menyoroti berkembangnya seni teater yang kini semakin diminati publik, namun masih membutuhkan dukungan berkelanjutan dari negara.

Selain itu, Nyoman Trianawati menyampaikan upaya pelestarian tari tradisional yang telah dilakukan selama puluhan tahun, dengan harapan adanya dukungan lebih dalam bentuk ruang dan pendanaan. Sebagai bagian dari dukungannya terhadap pengembangan Museum Nasional Indonesia, Ibas juga menyerahkan bantuan simbolis kepada pihak museum, yang diterima oleh Kepala Museum Nasional, Indira Estiyanti Nurjadin.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya museum dalam mengembangkan koleksi dan program edukatif, bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat operasional dan pengembangan museum. Melalui kegiatan ini, penguatan sektor seni dan budaya di Indonesia bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari sektor swasta, masyarakat, dan lembaga-lembaga budaya.

Kolaborasi yang erat ini sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dan mampu mendorong Indonesia menjadi pusat kebudayaan kreatif di Asia Tenggara dan dunia.

Topik Menarik