DPRD Jatim Akan Panggil Marinir terkait Dugaan Peluru Nyasar Lukai 2 Siswa SMP di Gresik

DPRD Jatim Akan Panggil Marinir terkait Dugaan Peluru Nyasar Lukai 2 Siswa SMP di Gresik

Nasional | inews | Rabu, 15 April 2026 - 08:58
share

SURABAYA, iNews.id  – DPRD Jawa Timur (Jatim) berencana memanggil pihak Marinir TNI AL terkait kasus dugaan peluru nyasar yang menimpa dua siswa SMP di Gresik. Pemanggilan dilakukan sebagai upaya mencari solusi dan kejelasan bagi keluarga korban.

Rencana tersebut disampaikan Ketua Komisi C DPRD Jatim, Adam Rusydi, usai menerima aduan dari keluarga korban di Gedung DPRD Jatim. Dia menegaskan segera menjadwalkan pertemuan dengan pihak terkait untuk melakukan mediasi.

“Kami akan melakukan komunikasi kepada pihak-pihak terkait dan memediasi kira-kira solusi yang terbaik nanti seperti apa,” ujar Adam.

Sebelumnya, keluarga korban mendatangi DPRD Jatim untuk mencari keadilan atas peristiwa yang diduga berasal dari latihan menembak di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya.

Dalam pertemuan tersebut, Dewi Murniati, ibu dari DFH (14), menyampaikan kronologi kejadian yang menimpa anaknya. Dia juga mengadukan proses penanganan kasus yang dinilai belum memberikan kejelasan.

Dewi mengungkapkan, pihak keluarga sempat mendapat tekanan selama proses penyelesaian, termasuk permintaan agar kejadian tidak dipublikasikan serta diminta membuat permohonan maaf kepada institusi terkait.

Hingga kini, keluarga masih menunggu kejelasan dan pertanggungjawaban atas insiden tersebut. Mereka berharap DPRD Jawa Timur dapat mengawal proses penyelesaian agar hak-hak korban terpenuhi.

“Yang saya utamakan adalah upaya penyembuhan anak saya sampai tuntas,” kata Dewi.

Sebelumnya, Komandan Hukum Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir TNI AL, Mayor Ahmad Fauzi buka suara terkait kabar siswa SMP di Gresik, Darrell Fauta Hamdani (14) yang diduga menjadi salah satu korban terkena peluru nyasar dari latihan militer 4 batalyon di lapangan tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya. Fauzi menyampaikan empati dan simpati atas peristiwa yang menimpa dua korban tersebut.

“Pertama-tama kami menyampaikan turut prihatin atas terjadinya musibah yang menimpa dua siswa SMP di Gresik. Kami memahami peristiwa ini menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran bagi kita semua. Kami atas nama Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir menyampaikan rasa simpati dan empati yang tulus terhadap para korban,” ujar Ahmad dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Kasus ini diketahui menimpa dua siswa SMP di Gresik saat berada di lingkungan sekolah pada Desember 2025. Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung.

Topik Menarik