Istri Munir, Halida Hatta, hingga Busyro Muqoddas Serukan Pembentukan Tim Pencari Fakta Kasus Andrie Yunus

Istri Munir, Halida Hatta, hingga Busyro Muqoddas Serukan Pembentukan Tim Pencari Fakta Kasus Andrie Yunus

Nasional | sindonews | Selasa, 7 April 2026 - 15:58
share

Sejumlah tokoh berkumpul di Kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026). Mereka menyerukan agar pemerintah Indonesia membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

"Kami menyerukan membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta yang bekerja transparan, akuntabel, dan bebas intervensi, melibatkan profesional dari unsur pemerintah dan masyarakat sipil," ujar para tokoh secara bergantian di Kantor KontraS, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Adapun seruan itu disampaikan oleh para tokoh bangsa Indonesia secara bergantian, di antaranya Karlina Supeli, putri dari Wakil Presiden Pertama Mohammad Hatta Halida Hatta, Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas.

Baca juga: Negara Wajib Ungkap Dalang Teror Penyiraman Air Keras

Kemudian, Pendeta Jacky Manuputty, Zumrotin Susilo, Sukidi, Mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, Mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman, hingga istri almarhum Munir Said Thalib, Suciwati.

Mereka menyerukan bahwa ketentuan transisional seperti Pasal 74 UU TNI dicabut agar asas kesetaraan di hadapan hukum sungguh-sungguh berlaku bagi semua warga, termasuk ketika anggota militer diduga terlibat dalam serangan terhadap warga sipil.

"Tanpa langkah-langkah tegas ini, impian bagi Indonesia yang adil akan selalu dibayang-bayangi oleh ketakutan, kekerasan dan ketidakpercayaan generasi muda kepada pengelola negaranya," tuturnya.

Mereka menyebutkan, generasi muda Indonesia adalah saksi sekaligus pelaku sejarah berikutnya, mereka bukan generasi yang hanya menunggu perubahan. Mereka mengungkapkan generasi yang menolak kehilangan harapan meski berkali-kali menyaksikan kekerasan.

"Malam kekerasan yang dialami Andrie Yunus hendaknya diikuti oleh keberanian kolektif untuk membela kemanusiaan. Dari keberanian Andrie Yunus dan ribuan anak muda lainnya yang berani bermimpi dan bersuara, masa depan Indonesia yang adil dan beradab sedang dipahat, perlahan tapi pasti," katanya.

Mereka menambahkan, 'asa depan Indonesia bukan hanya tentang investasi dan infrastruktur. la adalah masa di mana bangsa Indonesia tetap ada, terlindungi martabat dan kemanusiaannya. la adalah sebuah masa di mana generasi muda tumbuh tanpa dibayangi ancaman kekerasan.

Topik Menarik