Dear Pramono, Warga Kampung Jati Ciracas Usulkan Solusi Atasi Banjir Musiman
Warga Kampung Jati, Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur Jaelani (62) menyampaikan pesan khusus untuk Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait solusi penanganan banjir. Jaelani menyebut banjir di Kampung Jati selalu terjadi ketika hujan intensitas tinggi.
"Setiap musim hujan yang intensitasnya lebih dari satu jam itu dipastikan hujan (banjir) daerah sini. Memang sudah rawan banjir daerah sini nih, khususnya RW 03 Kelurahan Rambutan," ucap Jaelani kepada iNews Media Group, Minggu (22/3/2026).
Selain hujan intensitas tinggi, kondisi kali yang dangkal turut memperburuk situasi. Oleh karenanya, ia meminta Pemprov DKI Jakarta melakukan pengerukan kali agar bisa menampung debit air hujan.
Baca juga: Hari Kedua Lebaran 2026, Kampung Jati Jakarta Timur Masih Terendam Banjir
"Ya untuk Pemerintah DKI Jakarta mungkin diperbaiki infrastrukturnya terutama kali-kali yang sudah dangkal untuk diadakan pengerukan," ucap dia.Ramadan dan Ujian Kedewasaan Publik
Ia juga meminta Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan penataan lingkungan warga yang tinggal di bantaran kali. Karena keberadaan bangunan di bantaran kali akan mengganggu aliran air.
"Kemudian pembenahan perapian lingkungan warga yang di sekitar bantaran kali itu agar tidak apa, menggunakan tanah sungai itu untuk diuruk. Sehingga nanti terjadi banjir," ucapnya.
Ia meyakini, bila hal tersebut telah dikerjakan Pemprov DKI, dampak banjir tidak akan separah yang terjadi saat ini. Namun, langkah konkret itu juga perlu didukung kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.
"Kemudian juga untuk warga seluruhnya agar membuang sampah itu harus tertib. Karena terjadi setelah datang air besar, sampah itu banyak yang dihanyutkan gitu," ucap dia. Jaelani mengaku sepanjang 2026 ini, ia sudah merasakan dua kali banjir. Namun saat ini menurutnya menjadi banjir yang paling parah.
Ia menceritakan, air mulai menggenangi permukimannya usai salat magrib kemarin, Sabtu (21/3/2026), setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Ketinggian air terus bertambah secara bertahap hingga mencapai satu meter. "Di rumah saya sampai 50 cm banjir masuk ya, setengah meter masuk," kata dia.










