Banjir-Longsor Terjang Jateng, Ribuan Warga Terdampak dan 3 Tewas

Banjir-Longsor Terjang Jateng, Ribuan Warga Terdampak dan 3 Tewas

Nasional | okezone | Rabu, 18 Februari 2026 - 16:44
share

JAKARTA - Banjir dan tanah longsor menerjang wilayah Jawa Tengah (Jateng), di antaranya di wilayah Semarang, Grobogan, hingga Demak. Ribuan orang terdampak dan tercatat 3 orang meninggal dunia.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan banjir melanda Kota Semarang pada Senin 16 Februari, yang berdampak pada 613 kepala keluarga atau 1.857 jiwa dengan jumlah rumah terdampak yang sama.

"Kondisi terkini menunjukkan banjir telah surut dan warga melakukan pembersihan lingkungan secara mandiri," ungkap Aam, sapaan Abdul Muhari, Rabu (18/2/2026).

Aam juga melaporkan pembaruan kejadian bencana banjir di Kabupaten Grobogan berdampak pada kurang lebih 9.736 kepala keluarga dengan dua unit rumah rusak dan sekitar 30 jiwa mengungsi mandiri.

"Di Kabupaten Pemalang, banjir berdampak pada kurang lebih 5.729 kepala keluarga atau 21.480 jiwa dengan kurang lebih 5.256 unit rumah terdampak, dan saat ini air telah surut serta memasuki tahap pembersihan," katanya.

Sementara itu, banjir juga melanda Kabupaten Tegal, menyebabkan 1 jiwa luka ringan, kurang lebih 9.518 jiwa terdampak, 896 unit rumah terdampak, dan 1 unit rumah rusak; kondisi telah surut dan warga bergotong royong membersihkan lingkungan.

Aam pun menyampaikan di Kabupaten Tegal juga terjadi pergerakan tanah di wilayah yang sama, mengakibatkan 668 kepala keluarga atau 2.523 jiwa mengungsi serta 691 unit rumah rusak, dengan distribusi logistik mencapai 2.711 porsi per hari selama masa tanggap darurat hingga 2 Maret 2026.

Selanjutnya, Aam mengatakan banjir bandang di Kabupaten Purbalingga mengakibatkan 1 jiwa meninggal dunia dan 1 jiwa luka berat. "Berdampak pada 60 kepala keluarga atau 263 jiwa dengan 145 jiwa mengungsi serta 142 unit rumah rusak."

Saat ini, kata Aam, distribusi air bersih dan logistik terus dilakukan bersamaan dengan pemantauan pembangunan hunian tetap.
Di Kabupaten Pekalongan, banjir menyebabkan 1 jiwa meninggal dunia dan berdampak pada kurang lebih 18.903 kepala keluarga atau 59.729 jiwa dengan kurang lebih 11.582 unit rumah terdampak; banjir belum sepenuhnya surut meski sebagian warga telah kembali ke rumah.

Di Kabupaten Demak, banjir berdampak pada sekitar 6.806 kepala keluarga atau 23.214 jiwa dengan sekitar 6.151 unit rumah terdampak dan sekitar 10 jiwa sempat mengungsi; kondisi air berangsur surut.

Banjir bandang di Kabupaten Pemalang menyebabkan 1 jiwa meninggal dunia dan 9 jiwa luka-luka, berdampak pada kurang lebih 285 kepala keluarga atau 911 jiwa dengan 54 unit rumah rusak; akses lokasi kini telah dapat dilalui kendaraan dan debit sungai menurun.

"Tanah longsor di Kabupaten Brebes berdampak pada sekitar 175 kepala keluarga atau 532 jiwa dengan 10 unit rumah rusak dan potensi longsor susulan masih tinggi akibat hujan," ujarnya.

Topik Menarik