Profil Oegroseno, Mantan Wakapolri Jadi Ahli Roy Suryo Cs di Kasus Ijazah Jokowi
Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno menjadi ahli yang diajukan Roy Suryo Cs, tersangka kasus tudingan ijazah Joko Widodo (Jokowi). Menurut Oegroseno, Bhayangkara tua tidak boleh berhenti untuk mengikuti perkembangan institusinya.
Oegroseno menjadi ahli dari kubu Roy Suryo Cs. Oegroseno dan dua ahli lainnya yakni Mohamad Sobary dan Din Syamsuddin telah dimintai keterangan di Polda Metro Jaya pada Kamis (12/2/2026).
"Saya akan memberikan keterangan nanti berkaitan dengan pekerjaan, pengalaman saya, pengabdian saya selama 35 tahun, 2 bulan di Kepolisian Negara Indonesia," ujarnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga: Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Cs Ajukan Din Syamsuddin dan Mantan Wakapolri Oegroseno sebagai Ahli
Oegroseno menceritakan, dahulu saat berpangkat Letnan Dua Polisi kala baru lulus dari Akademi Kepolisian, dia menghadap Kapolda Metro Jaya Anton Soedjarwo. "Jadi, sebagai Bhayangkara tua, abdi negara, abdi utama dari negara dan bangsa, tidak boleh berhenti untuk mengikuti perkembangan institusinya. Bhayangkara tua itu berhenti melihat institusinya pada saat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan atau Taman Makam Bahagia," tuturnya.
Menurut Oegroseno, sebagai Bhayangkara tua, dia selalu mengikuti perkembangan institusinya. Dia menekankan, saat pensiunan Polri tak lagi memperhatikan institusi kepolisian, itu mengartikan dia telah mengingkari dirinya sebagai Bhayangkara, sebagai insan Tribrata dan Catur Prasetya.
Profil Oegroseno
Oegroseno merupakan Wakapolri ke-17, menggantikan Komjen Pol (Purn) Nanan Sukarna. Pria kelahiran Pati, Jawa Tengah pada 17 Februari 1956 ini memiliki karier cemerlang di Korps Bhayangkara.
Baca Juga: Refly Harun Sebut Mohamad Sobary Tidak Mau Meringankan Roy Suryo Cs: Beliau Ingin Membebaskan
Dia lulus Akademi Kepolisian 1978. Dia berpengalaman dalam bidang reserse. Sejumlah jabatan penting pernah dijabatnya.
Pada awal karier di kepolisian, Oegroseno menjabat sebagai Kapolsek Metro Menteng. Dari sana, putra Brigjen Pol (Purn) Rustam Santiko (Alm), Bupati Pati periode 1973-1978 ini kemudian ditarik ke Polda Metro Jaya. Dia mengemban amanat sebagai Ka Jaga Sat Sabhara Kodak VII Metro Jaya, Perwira Ren Sesdit Polda Metro Jaya, dan Perwira Serse Narkotik Ditserse Polda Metro Jaya.
Pada tahun 1996, Oegroseno ditunjuk menjadi Kasat Serse Polwiltabes Surabaya Polda Jawa Timur. Kariernya terus menanjak ketika dimutasi menjadi Paban Madya Ops Deops Polri (1998), Kadit Sabhara Polda Sultra (2000), Dirsamapta Polda Sultra, Dirpamobsus Polda Metro Jaya, hingga Karo Ops Polda Metro Jaya. Karier Oegroseno makin bersinar ketika diberi amanat menjabat Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung pada 2004. Hal itu menggantarkannya pecah bintang menjadi jenderal bintang satu (brigjen).
Berikutnya, Oegroseno mendapat promosi menjadi Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), sehingga menambah bintang di pundaknya menjadi inspektur jenderal (irjen). Dari Sulawesi Tengah, Oegroseno digeser menjadi Kapus Infolahta Div Telematika Polri.
Oegroseno lalu mendapat kepercayaan menjadi Kadiv Propam Polri periode 2009-2010. Berikutnya dia menjadi Kapolda Sumatera Utara (Sumut), menggantikan Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti.
Selanjutnya, Oegroseno mendapat penugasan baru menjadi Kalemdiklat Polri (2011-2012), naik pangkat menjadi komisaris jenderal (komjen). Oegroseno kemudian digeser menjadi Kabaharkam Polri pada 18 Desember 2012. Dia menggantikan Komjen Pol (Purn) Imam Sudjarwo.
Puncak kariernya, Oegroseno menduduki jabatan Wakapolri hingga akhirnya pensiun dari Polri. Jabatan Wakapolri tersebut diembannya sejak 2 Agustus 2013 hingga 4 Maret 2014.










