13 Februari dalam Sejarah: Letusan Dahsyat Gunung Kelud hingga Perjanjian Giyanti
JAKARTA – Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 13 Februari. Mulai dari letusan dahsyat Gunung Kelud yang melumpuhkan sebagian wilayah Jawa hingga Perjanjian Giyanti yang membagi Mataram menjadi dua kekuasaan.
Berikut rangkuman peristiwa 13 Februari, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (13/2/2026).
2014 – Gunung Kelud Meletus
Aktivitas seismik pada awal Februari 2014 membuat status Gunung Kelud di Jawa Timur naik menjadi Waspada. Puncaknya, pada 13 Februari 2014, gunung tersebut meletus hebat dan melontarkan material vulkanik yang dampaknya dirasakan hampir di seluruh Pulau Jawa.
Letusan pada pukul 22.50 WIB itu bersifat eksplosif, disertai lontaran magma dan hujan kerikil yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngancar hingga Pare, Kediri. Suara dentumannya terdengar hingga Surabaya, Solo, Yogyakarta, bahkan Purbalingga.
Abu vulkanis yang dihasilkan melumpuhkan berbagai aktivitas. Tujuh bandara di Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Cilacap, dan Bandung terpaksa ditutup. Sektor manufaktur dan pertanian pun terdampak signifikan.
2012 – Peluncuran Perdana Roket Vega
Pada 13 Februari 2012, roket Vega (Vettore Europeo di Generazione Avanzata) diluncurkan perdana dari Guiana Space Center.
Roket yang dikembangkan Badan Antariksa Italia bersama Badan Antariksa Eropa (ESA) dan dioperasikan Arianespace ini dirancang untuk membawa muatan kecil hingga menengah, sekitar 300–2.500 kilogram, ke orbit rendah dan orbit kutub.
Misi referensinya adalah membawa satelit seberat 1.500 kilogram ke ketinggian 700 kilometer.
1946 – Hari Persatuan Farmasi Indonesia
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) didirikan pada 13 Februari 1946 di Hotel Merdeka, Yogyakarta, enam bulan setelah Indonesia merdeka.
PAFI merupakan organisasi farmasi tertua di Indonesia yang menghimpun tenaga teknis kefarmasian (sebelumnya dikenal sebagai asisten apoteker). Menariknya, profesi asisten apoteker sudah ada lebih dahulu dibandingkan profesi apoteker di Indonesia pada masa kolonial Belanda.
1920 – Berdirinya Negro National League
Negro National League (NNL) didirikan pada 13 Februari 1920 oleh Rube Foster, pemilik sekaligus manajer Chicago American Giants.
Liga ini menjadi liga baseball Afrika-Amerika pertama di Amerika Serikat yang mampu bertahan lebih dari satu musim di tengah era segregasi rasial. Awalnya beroperasi di kawasan Midwest seperti Kansas hingga Pittsburgh, sebelum berkembang ke wilayah selatan seperti Birmingham dan Memphis.
1755 – Perjanjian Giyanti
Pada 13 Februari 1755, Perjanjian Giyanti ditandatangani. Perjanjian ini menjadi tonggak berakhirnya Kesultanan Mataram sebagai kerajaan yang sepenuhnya independen.
Kesepakatan antara VOC, Sunan Pakubuwana III, dan Pangeran Mangkubumi membagi wilayah Mataram menjadi dua:
- Wilayah timur tetap dikuasai Pakubuwana III dan berkedudukan di Surakarta.
- Wilayah barat diserahkan kepada Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengkubuwana I dan berkedudukan di Yogyakarta.
Perjanjian tersebut juga memberi kewenangan kepada VOC untuk menentukan penguasa kedua wilayah apabila diperlukan.










