Alwi Shihab: Board of Peace Komitmen Prabowo Dukung Kemerdekaan Palestina

Alwi Shihab: Board of Peace Komitmen Prabowo Dukung Kemerdekaan Palestina

Nasional | sindonews | Kamis, 5 Februari 2026 - 00:16
share

Menteri Luar Negeri periode 1999–2001 Alwi Shihab menyatakan bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) merupakan langkah strategis untuk mendorong perbaikan konstelasi perdamaian di Gaza. Tak hanya itu, memperkuat perjuangan kemerdekaan Palestina secara komprehensif.

Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto secara konsisten menunjukkan dukungan penuh terhadap solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan penyelesaian konflik Palestina–Israel. Keterlibatan Indonesia dalam BoP sama sekali bukan bentuk pengkhianatan terhadap rakyat Palestina.

Baca juga: Dino Patti Djalal: Prabowo Pakai Prinsip Kehati-hatian saat Indonesia Masuk BoP Gaza

“Yang paling penting dalam penjelasan beliau adalah bahwa Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina dan tetap menginginkan adanya two-state solution. Itu kalau istilah awamnya adalah harga mati,” ujar Alwi usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Diplomat senior tersebut juga menegaskan bahwa dukungan Prabowo terhadap Palestina tidak bisa ditawar karena merupakan bagian dari strategi diplomasi aktif dan konsisten Indonesia di kancah internasional, bukan kompromi atas hak-hak rakyat Palestina.Alwi juga tegas menolak pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut tidak ada masa depan bagi solusi dua negara dalam konflik Israel–Palestina. “Jadi tidak perlu didengarkan Netanyahu yang mengatakan tidak akan menyetujui adanya two-state solution,” katanya.

Kemudian, Prabowo juga menegaskan sikap Indonesia apabila Board of Peace tidak sejalan dengan visi dan misi bangsa Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak Palestina, maka dengan mudah Indonesia bisa keluar.

Alwi menegaskan kembali komitmen kuat Presiden Prabowo dalam mendukung proses perdamaian Palestina. Langkah diplomasi ini sebagai pijakan awal positif menuju terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Topik Menarik