Gianyar Geger, Mayat Perempuan Tanpa Busana Ditemukan Membusuk di Kamar Kos

Gianyar Geger, Mayat Perempuan Tanpa Busana Ditemukan Membusuk di Kamar Kos

Nasional | inews | Senin, 5 Januari 2026 - 14:16
share

GIANYAR, iNews.id - Penemuan mayat perempuan tanpa busana menggegerkan warga Gang Pipit Asri, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (5/1/2026) pagi. Korban ditemukan tewas dalam kamar kos dalam kondisi sudah membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap.

Peristiwa bermula saat pemilik kos mencium bau busuk menyengat yang berasal dari salah satu kamar kos bernomor 86. Saat dicek, kamar tersebut diketahui dalam kondisi terkunci dari dalam.

Karena merasa curiga, pemilik kos kemudian membuka paksa pintu kamar menggunakan mesin gerinda. Setelah pintu berhasil dibuka, pemilik kos mendapati penghuni kamar bernama Christina Sari telah meninggal dunia.

Korban diketahui berusia 41 tahun. Dia ditemukan terbaring di atas tempat tidur dalam kondisi tanpa busana dan sudah mengeluarkan bau busuk. Atas kejadian tersebut, pemilik kos langsung melaporkan temuan penemuan mayat wanita di Gianyar itu kepada pihak kepolisian.

Tak berselang lama, petugas dari Polsek Sukawati dan Polres Gianyar tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Pemeriksaan awal juga dilakukan oleh petugas medis.

Kapolsek Sukawati Kompol I Ketut Suaka Purnawasa mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat keluar kamar pada 30 Desember 2025.

“Ada laporan penemuan mayat dalam kamar kos dengan kondisi sudah membusuk, diperkirakan meninggal itu sudah dari tanggal 1 ya, karena menurut keterangan saksi korban ini sempat dilihat keluar pada tanggal 30 siang,” ujar Kompol I Ketut Suaka Purnawasa.

Petugas menduga kematian korban tidak wajar dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk kepentingan penyidikan, jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Prof Ngoerah Denpasar guna dilakukan autopsi.

Polisi memastikan penanganan penemuan mayat perempuan di Gianyar dilakukan secara profesional dan meminta masyarakat untuk tetap tenang sambil menunggu hasil resmi penyelidikan.

Topik Menarik