Refly Harun Ungkit Masalah NasDem dan Demokrat soal Cawapres Anies
Pengamat politik Refly Harun mengungkit masalah NasDem dan Demokrat soal calon wakil presiden (cawapres) dari bakal capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan.
Refly Harun mengatakan sebelum mendeklarasikan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai cawapres KPP, NasDem tidak mempunyai pendamping untuk Anies Baswedan, dan hanya tersedia Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Namun yang menjadi permasalahan adalah NasDem tidak ingin AHY menjadi cawapres yang mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024, sedangkan Demokrat ngotot ingin hal tersebut terjadi.
"NasDem itu tidak ada yang lain tidak punya yang lain, itu aja masalahnya, tapi dia tidak ingin AHY, tapi kalau ada calon lain dia kan ambil calon lain itu, kan itu masalahnya, AHY dan Demokrat ya sudah pokoknya AHY, kalau nggak ya kami pergi kan begitu," ucap Refly.
Kemudian saat Cak Imin masuk ke KPP, dia menawarkan dirinya sebagai cawapres dan PKB untuk memenuhi presidential threshold 20 persen, sehingga NasDem tidak memerlukan partai lain.
"Ketika yang masuk adalah PKB dan Cak Imin, maka Cak Imin menawarkan dua hal, sebagai calon wakil presiden dan partainya yang bisa menambal kekurangan NasDem dan Partai PKS, bahkan NasDem dan PKB sendiri akhirnya bisa jalan bareng," ujarnya dikutip populis.id dari YouTube Refly Harun, Jumat (22/9).
Sementara itu, berdasarkan survei keterkenalan dan kesukaan pemilih dari kalangan ormas-ormas Islam terhadap bacawapres yang dilakukan LSI Denny JA, AHY ternyata mengungguli Cak Imin di pemilih NU dan Muhammadiyah.
Peneliti LSI, Ardian Sopa mengatakan Cak Imin dan AHY merupakan nama yang hangan diperbincangan belakangan ini setelah PKB masuk pada Koalisi Perubahan dan Partai Demokrat ke Koalisi Indonesia Maju. "Dari data yang ada, AHY lebih populer dari Gus Muhaimin Iskandar," kata Ardian, Selasa (19/9) dikutip dari Republika.
Ardian mengungkapkan bahwa keterkenalan Cak Imin di pemilih NU sekitar 44 persen, sedangkan AHY sekitar 66 persen. Kemudian dari pemilih Muhammadiyah keterkenalan AHY 72 persen dan Cak Imin 47 persen.
Selanjutnya tingkat kesukaan Cak Imin dari pemilih NU skitar 66 persen dan AHY mencapai 72 persen. Kemudian dari pemilu Muhammadiyah Cak Imin mendapat angka 64 persen dan AHY 67 persen.










