Loading...
Loading…
Siap-siap, Sejumlah Pimpinan OPD NTB Terancam Dicopot, Ini Sebabnya!

Siap-siap, Sejumlah Pimpinan OPD NTB Terancam Dicopot, Ini Sebabnya!

Nasional | lombokpost | Jumat, 24 Juni 2022 - 11:15

MATARAM -Kinerja sejumlah pimpinan OPD masuk dalam pantauan gubernur serta wakil gubernur. Jika under perform , siap-siap untuk dicopot.

Iya seperti itu. Kan tetap kami evaluasi, langsung maupun tidak langsung. Bagaimana performa dari kepala OPD itu tetap dalam pantauan, kata Sekda NTB Lalu Gita Ariadi.

Gita mengatakan, tantangan pembangunan masa kini bergerak sangat dinamis. Bahkan cukup kompleks. Sehingga membutuhkan komitmen dari pimpinan OPD. Agar bisa menunjukkan kinerja yang prima, terkait merespons tuntutan pembangunan.

Pergeseran pejabat atau mutasi, lanjut Gita, salah satunya bertujuan menjawab tantangan dan dinamika yang dihadapi pemprov. Sehingga mutasi menjadi sesuatu yang alami dan wajar terjadi.

Dan itu sudah dilakukan berkali-kali. Ketika gempa, kami perkuat OPD yang menangani masalah kegempaan dan dampak sosialnya. Setelah itu covid, medis yang diperkuat, jelas Gita.

Beberapa waktu lalu, gerbong mutasi bergerak di lingkup Pemprov NTB. Gubernur dan wakil gubernur NTB menggeser sejumlah pejabat eselon II, untuk kepala dinas maupun kepala biro. Sejumlah pejabat yang digeser disebut-sebut tidak menunjukkan performa apik selama menjabat.

Baca Juga :
Tak Terapkan “Eco Office”, OPD Pemprov Terancam Kena “Punishment”

Misalnya pada jabatan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan). Dinilai banyak pihak kurang responsif terhadap wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), yang telah menjangkiti puluhan ribu hewan ternak di Pulau Lombok.

Hanya saja, dalam dua kali mutasi terakhir, dilakukan dengan tidak mengacu pada sistem merit. Terkait ini, Sekda tidak membantahnya secara tegas. Gita berdalih, untuk level kepala dinas yang dibutuhkan adalah kepemimpinan. Aksi konkret dalam menghadapi persoalan yang ada.

Selain leadership, tak kalah penting adalah inovasi. Sehingga di tengah kondisi yang serba terbatas ini, OPD bisa terus maju dalam mengatasi hambatan. Gubernur dan wakil gubernur, sebut Gita tak ingin pimpinan OPD bekerja ala kadarnya. Tanpa ide, gagasan, dan networking yang kuat.

Tidak bisa business as usual . (Harus) strong leader yang siap fight menghadapi masalah, sebutnya.

Gilta lantas memberi contoh. Yakni Menteri Kesehatan dan Menteri Pertanian, yang merupakan jabatan politik, dijabat bukan berdasarkan disiplin keilmuan. Tapi, kata Gita, keduanya mampu menjalankan tugas dengan baik berdasarkan kemampuan manajerial serta leadership. (dit/r5)

Baca Juga :
Desa Tetebatu Layak Tampil di Tingkat Dunia

Original Source

Topik Menarik