Alasan Jokowi Keberatan Ijazahnya Diuji Labfor Ulang, Ternyata karena Ini

Alasan Jokowi Keberatan Ijazahnya Diuji Labfor Ulang, Ternyata karena Ini

Terkini | inews | Jum'at, 6 November 2026 - 10:55
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) keberatan jika ijazah S1 miliknya kembali diuji laboratorium forensik (labfor). Jokowi beralasan dokumen tersebut merupakan barang pribadi yang sebelumnya sudah diperiksa Labfor Polri.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (5/11/2026).

Dalam persidangan, kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun, menanyakan kesediaan Jokowi apabila majelis hakim memerintahkan pengujian ulang ijazah fisik secara transparan di persidangan.

"Apakah Saudara sebagai saksi-pelapor bersedia, apabila Majelis Hakim memerintahkan dilakukannya uji labfor ulang secara transparan di persidangan terhadap ijazah analog fisik yang Saudara klaim asli, dibandingkan dengan file digital yang dianalisis terdakwa?," ujar Refly.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Jokowi secara tegas menyatakan keberatan. Dia menegaskan ijazah miliknya sudah pernah menjalani pemeriksaan di laboratorium forensik milik Polri.

"Saya keberatan, Yang Mulia. Karena ijazah saya, ijazah saya sudah diuji di Labfor, Lab Forensik milik Polri. Ini adalah... sekarang ini ijazah itu adalah eee.. dokumen pribadi saya. Jadi, saya merasa keberatan kalau ijazah itu ditenteng-tenteng ke mana-mana waktu itu," ucapnya.

Tak berhenti di situ, Refly kembali mengajukan pertanyaan mengenai kesamaan ijazah fisik milik Jokowi dengan file digital yang pernah diunggah politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi, melalui akun X.

Refly menanyakan apakah dokumen fisik tersebut identik dengan foto ijazah digital yang diunggah Dian Sandi.

"Apakah ijazah fisik milik Saudara, sama dengan file ijazah digital yang diunggah Dian Sandi melalui akun X-nya? Ini pengulangan," kata Refly.

Menjawab pertanyaan tersebut, Jokowi mengaku tidak mengetahui secara terperinci kesamaan kedua dokumen itu. Dia menyatakan tidak pernah meneliti sampai sedetail itu.

"Saya tidak meneliti sampai sedetail itu, Yang Mulia," kata Jokowi.

Topik Menarik