Abdul El Sayed Muslim Pertama Jadi Senator AS, Tuduhan Ekstremis Islam Tak Mempan

Abdul El Sayed Muslim Pertama Jadi Senator AS, Tuduhan Ekstremis Islam Tak Mempan

Terkini | inews | Kamis, 5 November 2026 - 14:52
share

WASHINGTON, iNews.id - Abdul El Sayed mencatat sejarah dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS) 2026. Politisi Partai Demokrat tersebut memenangkan pemilihan anggota Senat AS dari Negara Bagian Michigan sekaligus menjadi Muslim pertama yang terpilih sebagai senator dalam sejarah AS.

Kemenangan El Sayed terasa semakin istimewa karena dia sebelumnya menjadi sasaran serangan Presiden Donald Trump dan sejumlah politisi Partai Republik. Dia bahkan dituduh sebagai seorang jihadis, ekstremis Islam, hingga dikaitkan dengan organisasi Ikhwanul Muslimin.

Trump juga secara terbuka mempertanyakan kesetiaan Sayed kepada Amerika. Tuduhan tersebut mencuat di tengah kampanye yang berlangsung panas menjelang pemungutan suara pada Selasa (3/11/2026).

Namun, Sayed berhasil mengalahkan kandidat Partai Republik Mike Rogers. Kemenangan itu sekaligus mempertahankan kursi Senat Michigan yang sebelumnya diduduki Senator Demokrat Gary Peters.

Mengutip dari Associated Press (AP), Sayed merupakan mantan pejabat kesehatan masyarakat yang mengusung agenda progresif, termasuk layanan kesehatan universal, pembatasan pengaruh perusahaan besar dalam politik, serta kritik terhadap dukungan militer Washington kepada Israel. 

Pemilik nama lengkap Abdulrahman Mohamed El Sayed ini lahir pada 31 Oktober 1984 di Rochester Hills, pinggiran Detroit, Michigan.

Dia merupakan keturunan Mesir. Kedua orang tuanya merupakan imigran dari negara tersebut. Bahasa Arab juga menjadi bahasa utama yang digunakan Sayed.

Sayed tumbuh di kawasan Detroit dan mengenyam pendidikan di Michigan. Semasa sekolah menengah, dia aktif dalam berbagai kegiatan olahraga, termasuk gulat, sepak bola, dan lacrosse.

Dia kemudian melanjutkan pendidikan ke University of Michigan dengan mengambil jurusan biologi dan ilmu politik.

Latar belakang keluarga imigran Mesir dan identitasnya sebagai Muslim kemudian menjadi salah satu isu yang mewarnai perjalanan politiknya.

Sayed memiliki latar belakang akademis yang kuat di bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat.

Setelah menempuh pendidikan di University of Michigan, dia melanjutkan studi di University of Oxford, Inggris, melalui program beasiswa Rhodes yang bergengsi.

Dia juga memperoleh gelar kedokteran (MD) dari Columbia University di New York.

Selain berprofesi sebagai dokter, Sayed merupakan ahli epidemiologi yang mempelajari pola penyebaran penyakit serta berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan masyarakat.

Pendidikan tersebut menjadi bekal penting sebelum dia terjun ke pemerintahan dan politik.

Sebelum menjadi senator, Sayed memiliki pengalaman panjang di bidang kesehatan masyarakat.

Dia pernah menjabat sebagai kepala Dinas Kesehatan Detroit dan menjadi pejabat kesehatan masyarakat di Wayne County, wilayah yang mencakup Kota Detroit.

Pada usia 32 tahun, Sayed mengundurkan diri dari jabatan tersebut untuk mengikuti pemilihan pendahuluan gubernur Michigan pada 2018.

Keputusannya terjun ke politik elektoral antara lain dipengaruhi pengalaman menangani berbagai persoalan kesehatan masyarakat, termasuk krisis air di Flint, Michigan.

Namun, langkah pertamanya untuk menjadi pejabat hasil pemilihan belum berhasil. Dia kalah dari Gretchen Whitmer dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat. Kekalahan tersebut tidak menghentikan ambisi politiknya.

Topik Menarik