Daftar Negara Bagian AS yang Direbut Demokrat dari Republik dalam Pemilihan Senator

Daftar Negara Bagian AS yang Direbut Demokrat dari Republik dalam Pemilihan Senator

Terkini | inews | Kamis, 5 November 2026 - 04:52
share

WASHINGTON, iNews.id - Partai Demokrat berhasil merebut sedikitnya tujuh kursi Senat Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya dikuasai Partai Republik dalam pemilu paruh waktu, Selasa (3/11/2026). Kemenangan tersebut menjadi kunci keberhasilan Demokrat mengambil alih mayoritas Senat setelah bertahun-tahun berada di bawah kendali Republik.

Tujuh negara bagian yang berhasil direbut Demokrat yakni Kansas, Texas, Maine, Carolina Selatan, Carolina Utara, Iowa, dan Ohio. Kemenangan di wilayah-wilayah tersebut sekaligus menunjukkan keberhasilan Demokrat menembus sejumlah basis pemilih Republik yang selama ini sulit mereka kuasai.

Berdasarkan proyeksi hasil pemilu, Demokrat diperkirakan menguasai 54 kursi Senat, sementara Republik memperoleh 44 kursi. Demokrat mendapatkan tambahan tujuh kursi dari Republik, sehingga berhasil membalikkan peta kekuatan politik di majelis tinggi Kongres AS.

Kemenangan ini juga menjadi pukulan bagi Presiden Donald Trump. Selama dua tahun terakhir masa pemerintahannya, dia harus menghadapi Senat yang dikuasai partai oposisi.

Berikut daftar tujuh negara bagian yang berhasil direbut Demokrat dari Republik dalam pemilihan Senat AS 2026.

1. Kansas

Kandidat Demokrat Adam Hamilton berhasil mengalahkan senator petahana dari Partai Republik, Roger Marshall.

Kemenangan Hamilton mencatat sejarah karena untuk pertama kalinya sejak 1932 Kansas kembali mengirimkan senator Demokrat ke Washington.

Kansas selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu basis kuat Partai Republik. Karena itu, keberhasilan Hamilton merebut kursi tersebut menjadi salah satu hasil paling mengejutkan dalam pemilu kali ini.

Berdasarkan penghitungan sementara Fox News, Hamilton memperoleh sekitar 50,93 persen suara, sedangkan Marshall meraih 46,06 persen.

2. Texas

Demokrat juga berhasil merebut kursi Senat dari Texas melalui James Talarico. Dia mengalahkan kandidat Republik Ken Paxton.

Kemenangan ini sangat penting karena Texas merupakan negara bagian yang selama puluhan tahun menjadi basis Partai Republik.

Talarico berhasil memperoleh sekitar 55 persen suara berdasarkan penghitungan sementara yang dilaporkan ABC News, sedangkan Paxton mendapatkan sekitar 43 persen.

Hasil tersebut mengakhiri dominasi panjang Republik dalam pemilihan Senat Texas dan menjadi salah satu kemenangan terbesar Demokrat dalam pemilu paruh waktu kali ini.

3. Maine

Di Maine, kandidat Demokrat Troy Jackson berhasil mengalahkan senator petahana Republik Susan Collins.

Collins merupakan politikus senior yang telah lama menduduki kursi Senat. Kekalahannya menjadi salah satu pukulan paling menonjol bagi Partai Republik.

Jackson meraih sekitar 53,82 persen suara, sedangkan Collins memperoleh 46,12 persen berdasarkan penghitungan sementara Fox News.

Kemenangan ini juga mengakhiri dominasi Republik atas kursi Senat tersebut sejak 1988.

4. Carolina Selatan

Kandidat Demokrat Annie Andrews berhasil merebut kursi Senat Carolina Selatan setelah mengalahkan kandidat Republik Darline Graham.

Andrews mencatat sejarah sebagai perempuan pertama dari Carolina Selatan yang terpilih menjadi anggota Senat AS.

Kemenangan tersebut juga mengakhiri penantian Demokrat untuk kembali memenangkan pemilihan Senat di negara bagian itu sejak 1998.

Carolina Selatan selama ini dikenal sebagai wilayah yang kuat mendukung Partai Republik.

5. Carolina Utara

Mantan gubernur Carolina Utara Roy Cooper berhasil mengalahkan kandidat Republik Michael Whatley.

Kemenangan Cooper menjadi keberhasilan penting bagi Demokrat karena mereka kembali merebut kursi Senat dari negara bagian tersebut setelah terakhir kali menang pada 2008.

Cooper memperoleh sekitar 58,72 persen suara berdasarkan penghitungan sementara Fox News, jauh di atas Whatley yang meraih sekitar 39 persen.

Kemenangan ini sekaligus memperlihatkan bahwa Demokrat mampu mempertahankan dukungan pemilih di negara bagian yang menjadi salah satu medan persaingan utama kedua partai.

6. Iowa

Demokrat juga berhasil merebut kursi Senat Iowa melalui Josh Turek yang mengalahkan kandidat Republik Ashley Hinson.

Turek mencatat sejarah sebagai mantan atlet Paralimpiade pertama yang terpilih menjadi anggota Senat AS.

Dia meraih sekitar 50,51 persen suara, sementara Hinson mendapatkan 46,40 persen berdasarkan penghitungan sementara Fox News.

Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Demokrat dalam pemilihan Senat Iowa sejak 2008.

7. Ohio

Di Ohio, mantan senator Demokrat Sherrod Brown berhasil merebut kembali kursi Senat setelah mengalahkan senator petahana dari Partai Republik Jon Husted.

Kursi tersebut sebelumnya menjadi milik Wakil Presiden JD Vance sebelum diisi Husted.

Brown memperoleh sekitar 50 persen suara berdasarkan penghitungan sementara ABC News, sedangkan Husted meraih sekitar 45 persen.

Kemenangan ini mengembalikan kursi Senat Ohio ke tangan Demokrat setelah sebelumnya direbut Republik pada pemilu 2024.

Demokrat Juga Menang di Negara Bagian Lain

Selain merebut tujuh kursi Senat dari Republik, Demokrat juga berhasil mempertahankan sejumlah kursi penting.

Di Georgia, Jon Ossoff terpilih kembali setelah mengalahkan kandidat Republik Mike Collins. Kemenangan ini penting karena Republik sebelumnya berharap dapat merebut kursi tersebut.

Di Michigan, Abdul El Sayed memenangkan pemilihan Senat dan menjadi Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat AS. Namun, kemenangan ini merupakan keberhasilan mempertahankan kursi yang sebelumnya sudah dikuasai Demokrat, bukan merebut kursi Republik.

Sementara itu, Peggy Flanagan memenangkan pemilihan di Minnesota. Di New Hampshire, Chris Pappas berhasil memenangkan kursi yang ditinggalkan Jeanne Shaheen setelah pensiun.

Dengan kemenangan di tujuh negara bagian tersebut, Demokrat berhasil mengamankan mayoritas Senat dan mengubah keseimbangan kekuatan politik di Washington.

Kongres baru dijadwalkan mulai bekerja pada Januari 2027. Demokrat nantinya memiliki kewenangan memimpin komite-komite Senat, mengawasi kebijakan pemerintahan Trump, serta menghambat sejumlah agenda legislatif dan pengangkatan pejabat yang membutuhkan persetujuan majelis tinggi.

Topik Menarik