Partai Demokrat Ambil Alih Kendali Kongres AS, Trump: Kami Siap Bekerja Sama

Partai Demokrat Ambil Alih Kendali Kongres AS, Trump: Kami Siap Bekerja Sama

Terkini | inews | Kamis, 5 November 2026 - 03:02
share

WASHINGTON, iNews.id - Partai Demokrat berhasil merebut kendali Kongres Amerika Serikat (AS) setelah meraih kemenangan dalam pemilu paruh waktu yang digelar Selasa (3/11/2026). Demokrat bukan hanya menguasai DPR, tapi juga berhasil merebut mayoritas kursi Senat yang sebelumnya dikuasai Partai Republik.

Kemenangan tersebut menjadi pukulan politik bagi Presiden Donald Trump. Untuk pertama kalinya sejak kembali berkuasa pada Januari 2025, Trump harus menghadapi Kongres yang dikendalikan partai oposisi selama dua tahun terakhir masa jabatannya.

Menanggapi hasil pemilu tersebut, Trump mengucapkan selamat kepada Partai Demokrat dan menyatakan kesediaannya bekerja sama demi kepentingan AS. Namun, dia juga mengingatkan bahwa dirinya memiliki hak veto untuk menolak rancangan undang-undang yang tidak disetujuinya.

"Selamat kepada Partai Demokrat. Saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda demi kebaikan negara kita," kata Trump dalam wawancara dengan CBS News, dikutip Kamis (4/11/2026).

Trump juga mengaku telah berbicara dengan sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat dan berharap bisa mencapai kesepakatan dalam beberapa persoalan, termasuk imigrasi.

Meski demikian, Trump menegaskan tidak akan berkompromi dengan kebijakan yang disebutnya sebagai open border atau perbatasan terbuka.

Berdasarkan hasil proyeksi sejumlah media internasional, Demokrat diperkirakan menguasai 54 kursi Senat, termasuk dua senator independen yang bersekutu dengan mereka. Sementara Partai Republik diproyeksikan hanya mengamankan 44 kursi.

Di DPR yang memiliki 435 kursi, Demokrat sementara mengamankan sedikitnya 228 kursi, melampaui ambang batas mayoritas 218 kursi. Partai Republik sejauh ini baru memperoleh 139 kursi berdasarkan penghitungan yang telah dipublikasikan.

Hasil tersebut merupakan perubahan besar dibandingkan sebelum pemilu. Saat itu, Republik menguasai Senat dengan 53 kursi berbanding 47 kursi milik Demokrat dan sekutunya. 

Di DPR, Republik memiliki 219 kursi, sementara Demokrat menguasai 215 kursi. Kemenangan Demokrat bahkan menjangkau sejumlah negara bagian yang selama puluhan tahun menjadi basis kuat Partai Republik.

Topik Menarik