Trump Akui Partai Republik Kalah gegara Perang Iran
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui perang Iran berkontribusi atas kekalahan Partai Republik dalam pemilu paruh waktu, Selasa (3/11/2026). Partai Demokrat kembali menguasai Kongres AS dengan perolehan kursi yang meyakinkan.
Menanggapi pernyataan Wakil Presiden JD Vance yang menyebut perang di Iran berkontribusi pada kekalahan Partai Republik, Trump sependapat dan mengakui bahwa konflik tersebut memicu kenaikan harga bensin dalam jangka pendek.
"Menurut saya, itu sebagian besar benar karena memang menyebabkan harga bensin naik," ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (5/11/2026).
Namun, dia tetap membela keputusannya untuk meluncurkan dan melanjutkan kampanye militer tersebut, dengan alasan langkah itu diperlukan untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
"Di sisi lain, jika harus mengulanginya, saya akan tetap melakukan hal yang sama karena, dalam jangka panjang, itulah satu-satunya solusi. Kita tidak boleh membiarkan Iran memiliki senjata nuklir," kata Trump.
Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini, Presiden FIFA dan Ketum PSSI Tinjau Kesiapan SUGBK
Dia menilai perang di Iran sepadan dengan konsekuensi politik dan ekonomi yang harus diterima Partai Republik maupun AS.
AS, lanjut Trump, tidak punya pilihan lain selain melakukan tindakan militer guna mencegah Teheran mendapatkan senjata nuklir.
Sebelumnya Wakil Presiden AS JD Vance menyalahkan perang dengan Iran sebagai penyebab kekalahan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu. Dia mengatakan kemarahan pemilih akibat konflik tersebut membuat para pendukung Trump beralih mendukung Partai Demokrat.
"Penyebab kekalahan kita adalah perang tersebut," tulis Vance, di media sosial, X.
Trump lalu mereepons posting-an panjang Vance itu dengan kata "bagus."
"Saya bisa bisa sampaikan, terkait perang itu, saya tidak akan melakukan sesuatu yang berbeda," ujarnya, menegaskan.
Trump juga menegaskan, seandainya namanya tercantum dalam surat suara, Partai Republik pasti akan menang. Kekalahan Republik disebabkan dirinya gagal menunjukkan dukungan kepada setiap kandidat.
"Namun, dukungan yang begitu besar, yang sangat luar biasa, di berbagai kampanye tersebut tidak berhasil dialihkan kepada para kandidat," tuturnya.










