Bentrok Penolakan Konser Andrea Bocelli, 33 Aparat hingga Bahar Bin Smith Terluka
JAKARTA, iNews.id - Konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli yang digelar di JIEXpo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (3/11/2026) malam diwarnai penolakan massa yang berujung bentrok dengan aparat. Akibatnya, 33 polisi dan TNI mengalami luka-luka.
“Ada 33 petugas yang terluka termasuk dari TNI, kepolisian, dan ada warga masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Jakarta Barat, Rabu (4/11/2026).
Korban yang mengalami luka telah mendapatkan penanganan Bidokkes Polda Metro Jaya. Namun, masih ada tiga anggota yang menjalani pengobatan.
“Sisa tiga yang masih dilakukan rawat inap di beberapa rumah sakit, ya dalam kondisi luka ataupun terhimpit, sesak napas karena diserang dari adanya pelemparan batu kayu dan lain-lain dari pihak yang melakukan aksi penyampaian aspirasi,” ujarnya.
Budi juga menyebut, pendakwah Habib Bahar bin Smith yang hadir di sana mengalami luka akibat pelemparan batu. Namun dia memastikan, pelemparan batu itu bukan dari polisi.
“Untuk yang diamankan tidak ada, termasuk kehadiran Habib BS juga hadir, yang bersangkutan juga dalam kondisi luka ada bekas lemparan dan itu diakui, diklaim dari kelompok mereka sendiri,” imbuhnya.
“Karena dari belakang melempar tidak sampai kepada petugas, yang kena Habib BS dan itu juga ditangani diobati oleh pihak Dokkes, ada juga dokumentasinya kepada kita,” kata dia.
Sebelumnya, upaya sekelompok massa untuk membubarkan konser musik penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, berujung pada bentrokan fisik dengan aparat kepolisian pada Selasa (3/11/2026) malam.
Aksi yang dipimpin Habib Bahar bin Smith dari elemen Front Persaudaraan Islam ini mulanya berniat menggeruduk masuk ke dalam area JIExpo. Namun, karena lokasi telah mendapat penjagaan ketat, massa gagal merangsek masuk dan meluapkan kemarahannya dengan menyerang petugas.
Adapun aksi protes keras ini dilatarbelakangi oleh tudingan bahwa Andrea Bocelli merupakan figur publik yang pro Israel. Massa menyoroti jejak sang penyanyi legendaris yang pernah menggelar konser penggalangan dana untuk militer Israel pada tahun 2010 silam.










