Demi Sekolah, Orang Tua Gendong Anak Seberangi Sungai Deras akibat Jembatan Putus di Lumajang

Demi Sekolah, Orang Tua Gendong Anak Seberangi Sungai Deras akibat Jembatan Putus di Lumajang

Terkini | inews | Selasa, 3 November 2026 - 17:31
share

LUMAJANG, iNews.id - Perjuangan anak-anak untuk tetap bersekolah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, harus melewati medan berbahaya. Sejumlah orang tua terpaksa menggendong anak mereka menyeberangi aliran Sungai Regoyo yang masih deras setelah akses jalan terputus akibat terjangan banjir lahar Gunung Semeru.

Peristiwa ini terjadi di Dusun Sumber Langsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro. Banjir lahar dingin Gunung Semeru menyebabkan jalan penghubung antardusun tertimbun material pasir dan batu dalam jumlah cukup tebal.

Akibatnya, jalur yang menghubungkan Dusun Sumber Langsep dengan Dusun Sumber Kajar tidak bisa dilalui kendaraan. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga, termasuk anak-anak yang hendak berangkat sekolah, terganggu.

Tak ingin anak-anak mereka tertinggal pelajaran, sejumlah orang tua akhirnya mengambil risiko dengan menggendong buah hati mereka melintasi aliran Sungai Regoyo. Padahal, arus sungai masih cukup deras sehingga membahayakan keselamatan warga.

Terputusnya akses jalan tidak hanya berdampak terhadap kegiatan pendidikan. Sebanyak 135 kepala keluarga yang tinggal di Dusun Sumber Langsep juga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Warga yang hendak bekerja maupun membeli kebutuhan pokok harus menghadapi kendala akibat jalur penghubung yang tidak bisa dilalui. Terputusnya akses tersebut turut menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Saat ini, alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan material pasir dan batu yang menimbun jalan. Namun, warga berharap penanganan tidak hanya sebatas membersihkan material banjir lahar.

Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Lumajang mempertimbangkan pembangunan jembatan gantung sebagai solusi jangka panjang. Infrastruktur tersebut diharapkan bisa menjadi akses penghubung yang aman bagi warga, terutama anak-anak yang setiap hari harus berangkat sekolah.

Topik Menarik