Pramono Tunda IPO PAM Jaya dan Bank Jakarta: Pasar Modal Lagi Lesu

Pramono Tunda IPO PAM Jaya dan Bank Jakarta: Pasar Modal Lagi Lesu

Terkini | inews | Selasa, 3 November 2026 - 06:39
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menunda rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PAM Jaya dan Bank Jakarta. Dia mengatakan keputusan ini diambil karena kondisi pasar modal dinilai masih lesu.

"Untuk IPO karena pasarnya lagi lesu dan juga lagi seperti ini, tentunya menunggu momen yang tepat," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026).

Meski demikian, Pramono meminta jajaran kedua BUMD tetap melanjutkan persiapan untuk melantai di bursa saham. Dia menegaskan, rencana IPO tidak boleh terhenti meskipun pelaksanaannya menunggu kondisi pasar yang lebih kondusif.

"Tapi saya sudah minta kepada Dirut dan juga Direksi PAM Jaya bahwa rencana ini tetap diteruskan, jangan berhenti," ujarnya.

Pramono berharap kondisi pasar modal membaik pada 2027 sehingga PAM Jaya dan Bank Jakarta dapat merealisasikan rencana IPO pada tahun depan.

"Nanti momentumnya pasti mudah-mudahan harapannya tahun depan pasarnya sudah membaik, dan kalau pasarnya sudah membaik, saya akan mempersilakan untuk di-IPO-kan," sambungnya.

Pramono menegaskan, setelah kedua BUMD tersebut melantai di bursa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap akan menjadi pemegang saham mayoritas. Dengan demikian, kendali atas pengelolaan perusahaan tetap berada di tangan Pemprov DKI Jakarta.

Topik Menarik