Polisi Ramai-Ramai Naik KRL Gerebek Kampung Bahari, Tangkap 29 Orang di Sarang Narkoba

Polisi Ramai-Ramai Naik KRL Gerebek Kampung Bahari, Tangkap 29 Orang di Sarang Narkoba

Terkini | inews | Minggu, 1 November 2026 - 14:31
share

JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya bersama Mabes Polri menggerebek Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Minggu (1/11/2029 pagi. Dari operasi tersebut, polisi menangkap 29 orang.

"Ada 29 orang diamankan. Ada yang positif sabu, ganja, ekstasi, etomidate," kata Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso saat dikonfirmasi.

Penggerebekan tersebut dipantau langsung Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto. Mereka yang ditangkap langsung dibawa ke Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

Dadang menyampaikan, operasi ini merupakan bagian dari upaya membersihkan sejumlah kawasan yang diduga menjadi pusat peredaran narkoba.

"Kami melakukan penyisiran atau pembersihan kampung narkoba. Prioritas utama dari pembersihan kampung narkoba di wilayah Polda Metro Jaya ini memang kita lakukan," kata Dadang.

Adapun prioritas pembersihan wilayah yang diduga menjadi sarang narkoba yakni Kampung Ambon, Kampung Boncos dan Kampung Bahari. Operasi tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan yang telah disiapkan kepolisian.

Sebelumnya diberitakan, ratusan petugas gabungan dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri menggerebek Kampung Bahari, Jakarta Utara pada Minggu (1/11/2026) pagi. Aparat kepolisian berangkat dari Stasiun Tanjung Priok dan bergerak menggunakan KRL Commuter Line.

Bedasarkan video yang diterima tim iNews.id, kereta yang membawa ratusan petugas berhenti tepat di kawasan Kampung Bahari. Kemudian petugas turun dan menyisir lapak-lapak di pinggir rel yang diduga menjadi sarang narkoba.

Tampak sejumlah petugas dengan tegas mendobrak lapak yang diduga untuk melakukan transaksi barang haram tersebut. Dalam operasi tersebut petugas sempat mendapat perlawanan dari warga sekitar.

Petugas sempat diserang menggunakan petasan. Namun, hal tersebut tak menyurutkan langkah petugas untuk mencari para pelaku penyebaran barang haram tersebut.

Topik Menarik