AS Ngotot Undang Putin ke KTT G20 meski Ditolak Negara-Negara Eropa, Ini Alasannya
WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) bersikeras mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin ke KTT G20 di Miami, Florida, pada Desember 2026. Keputusan Presiden Donald Trump tersebut menuai penolakan dari sejumlah negara Eropa yang menilai kehadiran Putin berisiko menormalisasi perang Rusia di Ukraina.
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio membela keputusan Trump dengan menegaskan bahwa dialog justru merupakan satu-satunya jalan untuk mengakhiri perang Ukraina. Menurut dia, tidak mungkin mencapai kesepakatan damai jika pihak-pihak yang bertikai tidak bersedia bertemu dan berbicara.
Rubio menegaskan, bertemu dengan seorang pemimpin negara bukan berarti memberikan legitimasi terhadap kebijakan atau tindakan yang dilakukannya.
"Yang tidak dia terima adalah gagasan bahwa bertemu dengan seseorang akan melegitimasi mereka atau membuat Anda setuju dengan semua yang mereka lakukan. Sangat sederhana, semua orang menginginkan kesepakatan mengakhiri perang ini. Bagaimana Anda bisa membuat kesepakatan tanpa Anda bertemu mereka?" ujar Rubio, seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (1/11/2026).
Menurut Rubio, Trump menganggap penting kehadiran Rusia dalam KTT G20. Washington memandang komunikasi dengan Moskow tetap diperlukan, terutama untuk membuka peluang penyelesaian konflik Ukraina yang telah berlangsung selama empat tahun.
Selain persoalan Ukraina, Rubio mengungkapkan ada kepentingan strategis lain yang membuat AS perlu mempertahankan komunikasi dengan Rusia, yakni besarnya persediaan senjata nuklir negara tersebut.
AS menilai komunikasi dengan Rusia diperlukan untuk menghindari konflik yang lebih luas, terutama mengingat kedua negara memiliki persenjataan nuklir dalam jumlah besar.
Namun, sikap Washington tersebut bertolak belakang dengan pandangan sejumlah sekutunya di Eropa.
Pejabat Uni Eropa Kaja Kallas memperingatkan, undangan kepada Putin untuk menghadiri KTT G20 di Miami berisiko menormalisasi kembalinya Rusia ke forum internasional ketika perang di Ukraina masih berlangsung.
Menurut Kallas, keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan besar karena berpotensi menormalisasi kejahatan perang yang dituduhkan kepada Rusia selama invasi ke Ukraina.
Negara-negara Eropa yang menolak keikutsertaan Rusia juga menilai kehadiran Putin dalam forum internasional bisa memberikan kesan bahwa Moskow kembali diterima tanpa konsekuensi atas invasinya.
Penolakan terhadap Rusia bahkan terlihat dalam pertemuan tingkat menteri luar negeri G20 di Atlanta pada Jumat-Sabtu (30-31/10/2026). Menlu Rusia Sergei Lavrov menghadiri pertemuan tersebut, tetapi AS membatalkan sesi foto bersama para pejabat.
Keputusan itu diambil setelah beberapa menlu menolak berfoto bersama Lavrov. Pembatalan sesi foto tersebut dimaksudkan untuk menghindari gambaran persatuan di antara para pejabat yang menghadiri pertemuan.
Di tengah kontroversi tersebut, Kremlin belum memastikan apakah Putin akan menghadiri KTT G20 di Florida pada Desember mendatang.










