Bidik Juara Hylo Open 2026, Tiwi/Fadia Tak Mau Terbuai Rekor Kemenangan atas Wakil Taiwan

Bidik Juara Hylo Open 2026, Tiwi/Fadia Tak Mau Terbuai Rekor Kemenangan atas Wakil Taiwan

Olahraga | inews | Minggu, 1 November 2026 - 13:30
share

SAARBRUCKEN, iNews.id – Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti membidik juara Hylo Open 2026 tanpa ingin terbuai kemenangan atas Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun pada pertemuan terakhir. Pasangan ganda putri Indonesia itu tetap mewaspadai wakil Taiwan tersebut menjelang final, Minggu (1/11/2026).

Pasangan yang biasa disapa Tiwi/Fadia itu memiliki modal kemenangan dari pertemuan di German Open 2026. Namun, Fadia menilai hasil tersebut tidak menjadi alasan untuk meremehkan lawan yang memiliki rekam jejak bagus dalam sejumlah pertandingan sebelumnya.

“Melawan pasangan Taiwan walaupun pada pertemuan terakhir di German Open kami menang, kami tidak mau meremehkan karena mereka memiliki rekam jejak yang bagus di pertandingan-pertandingan sebelumnya. Jadi kami harus siap lagi di lapangan,” kata Fadia, dikutip dari keterangan resmi PBSI.

Tiwi/Fadia memastikan tempat di final setelah mengalahkan Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva pada semifinal di Saarbrücken, Jerman, Sabtu (31/10/2026). Pasangan unggulan kelima itu menyingkirkan unggulan keempat asal Bulgaria dengan skor 21-16, 24-22.

Keberhasilan tersebut membawa Fadia kembali ke final turnamen BWF Super 500. Kali ini, dia mencapai partai puncak bersama Tiwi setelah sebelumnya merasakan pencapaian serupa bersama Apriyani Rahayu.

“Alhamdulillah senang bisa balik lagi di final Super 500, terakhir bersama Kak Apriyani Rahayu sekarang bersama Tiwi, semoga besok ada jalannya untuk menjadi juara,” ujar Fadia.

Sementara itu, Tiwi menyambut tiket final dengan rasa syukur. Dia ingin memanfaatkan persiapan sebelum pertandingan untuk meningkatkan fokus sekaligus menentukan pola permainan.

“Masuk final pasti senang dan bersyukur, untuk besok kami harus meningkatkan dan menjaga fokus lalu mempersiapkan mau bermain apa,” kata Tiwi.


Saling Percaya Jadi Kunci Kemenangan

Tiwi/Fadia membawa pelajaran penting dari kemenangan atas Stoeva bersaudara. Menghadapi pertahanan lawan yang solid, mereka tidak selalu mengandalkan smes keras ketika mendapatkan kesempatan menyerang.

“Alhamdulillah kami dapat menyelesaikan pertandingan dengan baik, strategi kali ini memang kalau ada bola lambung kami menyerang tetapi tidak selalu smes kencang, karena mereka sudah sangat siap pertahanannya, jadi di bola-bola atasnya kami harus lebih sabar,” tutur Tiwi.

Menurut Tiwi, keberhasilan menjalankan strategi juga ditopang komunikasi dan kepercayaan terhadap pasangan. Mereka saling mengingatkan agar tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan di lapangan.

“Kunci kemenangannya percaya satu sama lain, saling mengingatkan dan bermain tidak terburu-buru,” ucapnya.

Fadia turut mengakui kualitas Stoeva bersaudara. Pengalaman panjang sebagai pemain senior, serangan bagus, dan pertahanan solid menjadi keunggulan pasangan Bulgaria tersebut.

Untuk mengatasinya, Tiwi/Fadia memilih bermain lebih sabar dan aman dalam membangun serangan. Pendekatan itu membantu mereka menuntaskan semifinal dalam dua gim meski perlawanan lawan memaksa gim kedua berakhir 24-22.

Kini, kesiapan menghadapi Hsu/Lin menjadi perhatian utama Tiwi/Fadia. Mereka ingin kembali menjaga fokus dan menyiapkan permainan agar peluang merebut gelar Hylo Open 2026 dapat dituntaskan.

Topik Menarik