MU Langsung Putuskan Nasib Michael Carrick usai Kalah dari Chelsea
MANCHESTER, iNews.id – Manchester United (MU) langsung memutuskan nasib pelatih Michael Carrick usai kekalahan 0-2 dari Chelsea, Sabtu (31/10/2026). Setan Merah kembali takluk pada lanjutan Liga Inggris 2026-2027 di Stamford Bridge.
Hasil mengecewakan tersebut membuat MU melewati sembilan pertandingan tanpa kemenangan. Meski begitu, manajemen klub belum berencana mengganti pelatih dalam waktu dekat. Carrick diperkirakan tetap menangani MU setidaknya hingga jeda internasional.
Menurut laporan talkSPORT, MU sangat kecil kemungkinannya melakukan pergantian pelatih sebelum jeda internasional mendatang. Carrick masih diproyeksikan mendampingi tim saat menjamu AS Roma di Liga Champions pada Rabu (4/11/2026) dini hari WIB.
Para petinggi klub telah menggelar pembicaraan tingkat tinggi di tengah hasil buruk tersebut. Namun, mereka masih berharap Carrick mampu memperbaiki performa MU setelah menjalani awal musim terburuk sejak 1986/1987.
Setelah menghadapi Roma, MU dijadwalkan menjamu Aston Villa di Old Trafford pada Minggu (8/11/2026). Dua pertandingan itu menjadi kesempatan berikutnya bagi Carrick untuk menghentikan rentetan hasil mengecewakan.
Gol Dianulir, MU Kehilangan Lisandro Martinez
MU sebenarnya sempat membuka harapan meraih kemenangan pertama sejak 10 September ketika menghadapi Chelsea. Matheus Cunha menjebol gawang tuan rumah setelah laga berjalan sekitar setengah jam.
Namun, gol tersebut dibatalkan karena Cunha berada dalam posisi offside. MU pun gagal unggul meski mendapatkan sejumlah peluang, terutama sepanjang babak pertama.
Chelsea kemudian menghukum kegagalan MU memanfaatkan kesempatan. Pada awal babak kedua, Morgan Rogers melewati pertahanan tim tamu sebelum mencungkil bola untuk menaklukkan Senne Lammens.
Situasi MU memburuk setelah Lisandro Martinez menerima dua kartu kuning dalam waktu berdekatan. Pelanggaran kedua terjadi ketika lengannya mengenai wajah Wesley Fofana, membuat Setan Merah harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Cole Palmer menambah keunggulan Chelsea melalui tendangan penalti. Upaya Lammens menggagalkan eksekusi tersebut belum mampu menyelamatkan MU dari kebobolan.
Nurisa Dian Ashrifah Cetak Sejarah di Asian Games 2026, Panahan Indonesia Akhirnya Raih Emas
Estevao Willian juga sempat mengirim bola ke gawang MU, tetapi golnya dianulir. Pertandingan akhirnya berakhir 2-0 untuk Chelsea sekaligus menjadi kekalahan keempat MU di Liga Inggris musim ini.
9 Laga Tanpa Menang, Zona Degradasi Mengancam
Sejak mengalahkan Sabah FK pada 10 September, MU belum kembali merasakan kemenangan. Mereka menelan enam kekalahan dan memperoleh tiga hasil imbang dalam sembilan pertandingan di seluruh kompetisi.
Manchester City, Brighton, Atletico Madrid, Como, Bournemouth, dan Chelsea menjadi tim yang mengalahkan MU selama periode tersebut. Sementara itu, duel melawan Fulham, Tottenham, serta Leeds United berakhir tanpa pemenang.
Rentetan hasil tersebut membuat posisi MU di Liga Inggris semakin tertekan. Mereka masih berada di luar tiga posisi terbawah berkat keunggulan selisih gol, dengan Crystal Palace, Nottingham Forest, dan Sunderland berada di bawahnya.
Ancaman berikutnya datang dari Liga Champions. Kekalahan saat menjamu Roma berpotensi membawa MU turun ke zona tersingkir dalam klasemen kompetisi tersebut.
Sementara itu, kekalahan dari Aston Villa dapat membuat MU memasuki jeda internasional dengan posisi semakin terancam degradasi. Carrick masih mendapat kesempatan menangani tim, tetapi hasil dua pertandingan berikutnya akan menentukan kondisi MU sebelum jeda.









