Dokter Ungkap Penyebab Vagina Bau Amis dan Busuk, Bisa Jadi Tanda Ini!
JAKARTA, iNews.id - Aroma vagina yang berubah menjadi amis menyengat hingga menyerupai ikan busuk bisa menjadi tanda gangguan kesehatan organ intim wanita. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr Vinna menjelaskan, perubahan aroma tersebut dapat berkaitan dengan infeksi, termasuk infeksi menular seksual (IMS).
Menurut dr Vinna, vagina secara alami memiliki aroma khas yang dapat berubah mengikuti siklus hormonal. Menjelang menstruasi, peningkatan hormon estrogen dapat memengaruhi jumlah cairan vagina sehingga aromanya menjadi lebih kuat.
"Karena memang meningkat kan, hormon estrogen meningkat, terus cairan akan bertambah, sehingga lebih bau tapi baunya belum busuk, bau vagina. Apalagi kalau udah mau mens kayak rasa kayak ada campur dengan bau darah," kata dr Vinna dalam sebuah podcast dikutip Rabu (28/10/2026).
Meski demikian, wanita perlu memperhatikan perubahan aroma yang tidak biasa, terutama jika disertai keputihan dengan warna, tekstur, atau konsistensi berbeda. Kondisi tersebut dapat menjadi petunjuk adanya gangguan kesehatan yang perlu diperiksa secara medis.
Salah satu penyebab aroma amis pada vagina adalah bacterial vaginosis (BV). Kondisi ini terjadi ketika keseimbangan bakteri normal di vagina terganggu.
"Tapi kalau yang baunya, 'Bau amis nih'. Bau amis itu gambarannya ikan deh. Nah, itu tuh sudah ada BV, bacterial vaginosis. Adanya vegetasi yang masuk yang si kumannya itu tadi," ujar dr Vinna.
Selain BV, aroma yang sangat menyengat hingga menyerupai ikan busuk juga dapat ditemukan pada kasus trikomoniasis, infeksi yang disebabkan parasit Trichomonas vaginalis. Infeksi ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual.
dr Vinna menceritakan, sebagian pasien datang memeriksakan diri setelah menyadari perubahan aroma organ intim, bahkan ada yang mendapat perhatian dari pasangannya.
"Terus ada lagi yang memang dianya sendiri atau suaminya yang ngomong, 'Dok, saya mau periksain istri saya. Istri saya tuh kayaknya bau bau aduh baunya bau banget deh, bau busuk'. Terus istrinya tuh, 'Bau apaan sih?' 'Ya kayak ikan busuk, dari ikan tapi udah busuk.' Nah, itu tuh trichomoniasis atau Trichomonas vaginalis. Masuk juga hubungannya dari hubungan seksual," katanya.
Dia menambahkan, trikomoniasis juga dapat ditandai dengan perubahan cairan vagina. Keputihan yang muncul tidak selalu berwarna putih, tetapi bisa memiliki tekstur berbusa.
"Terus cairan yang keluar tuh nggak yang sekedar putih, kan keputihan putih ya. Nah, ini tuh berbusa-busa. Warna ngalir, nanti kalau diperiksa ngalir... sret... ngalir sendiri. Nah, itu tuh udah parah tuh," ucapnya.
Perubahan aroma dan keputihan tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk memastikan diagnosis. Jika aroma vagina menjadi amis atau busuk menyengat, terlebih disertai keputihan yang tidak biasa, rasa gatal, nyeri, atau keluhan lain, pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan pengobatan yang tepat.
Masyarakat juga perlu memahami perubahan aroma vagina tidak selalu menandakan infeksi menular seksual. Pemeriksaan medis penting untuk membedakan kondisi yang disebabkan ketidakseimbangan bakteri, infeksi parasit, maupun gangguan kesehatan lainnya.










