Hadir di PKKMB MNC University, Angela Tanoesoedibjo Beri Pembekalan kepada 756 Mahasiswa Baru
JAKARTA – Co-CEO MNC Group, Angela Tanoesoedibjo, menyambut hangat sekaligus memberikan pembekalan kepada 756 mahasiswa baru MNC University dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Acara itu berlangsung di Jakarta Concert Hall, iNews Tower Lantai 14, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Angela menyambut hangat para mahasiswa baru yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar serta ekosistem MNC Group. Ia pun mengapresiasi semangat dan energi positif yang ditunjukkan para mahasiswa.
“Saya senang banget, I want to say thank you very much. Saya benar-benar merasakan energinya dan atmosfernya yang membuat saya ikut semangat,” kata Angela.
1. Dukungan Penuh dari Ekosistem MNC Group
Angela menjelaskan bahwa dukungan penuh dari ekosistem MNC Group dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa selama masa perkuliahan. Keberadaan ekosistem ini menandakan bahwa MNC University sangat dekat dengan dunia industri, sehingga mahasiswa bisa mengasah kemampuan sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Ada dua hal yang saya minta kalian perhatikan dan manfaatkan selama 3–4 tahun ke depan. Pertama, relevansi dengan industri. Karena MNC University dekat dengan industri, kalian bisa melihat langsung dinamika dunia kerja seperti apa,” ucap Angela.
Angela menambahkan, relevansi tersebut membuka kesempatan besar bagi lulusan MNC University untuk berkarier di MNC Group. Ia juga menekankan bahwa pencapaian terbesar perguruan tinggi bukan sekadar menyalurkan tenaga kerja, melainkan mencetak lulusan yang kompetitif bahkan bisa membangun perusahaan sendiri.
“Pencapaian terbesar itu ketika kalian bergabung dan mampu bersaing secara kompetitif. Bahkan, pencapaian terbesar adalah ketika kalian bisa membangun perusahaan sendiri dan kalau perlu menjadi kompetitor kami. That is the biggest achievement and I want that,” tegas Angela.
2. Modal Membuka Banyak Kesempatan
Lebih lanjut, Angela memaparkan gelar yang akan didapat para mahasiswa baru usai lulus akan menjadi modal untuk membuka banyak kesempatan. Sejauh apa pun mereka melangkah, semua itu tetap ditentukan oleh diri mereka masing-masing.
“Seberapa jauh adik-adik akan melangkah, itu tergantung pada diri kalian sendiri on yourself. Seberapa jauh adik-adik akan melangkah, itu pada diri kalian sendiri deep on yourself, how you build yourself,” papar dia.
Selain itu, Angela menekankan pentingnya menguasai soft skills atau kemampuan non teknikal yang akan terus terpakai sepanjang karier. Angela pun membagikan pengalamannya saat menempuh pendidikan di Australia, terutama dalam mengasah keterampilan presentasi untuk melatih cara berpikir kritis (critical thinking).
“Itu mengasah critical thinking, and the way you present it to people. Sometimes isu-nya tuh bukan mempresentasikan, tapi makna dan atau message yang kalian sampaikan tuh sampai nggak ke penonton? Itu yang lebih penting. So those kinds of skills, itu terbawa sampai detik ini,” jelas Angela.
Selain presentasi, Angela juga menceritakan pengalaman dirinya belajar riset di mana ia dulu harus datang ke perpustakaan untuk mencari referensi. Dia juga berusaha membandingkan isi serta temuan dari berbagai buku untuk menemukan satu jawaban maupun memilih referensi yang paling relevan.
Angela menilai, belajar melakukan riset sangatlah penting apalagi di tengah perkembangan AI data ini. Ia pun mengungkapkan bahwa dirinya juga mengikuti perkembangan dan mempelajari berbagai jenis AI beserta fungsinya. Meski demikian, dengan semua kemudahan itu, ia tidak serta merta menerima hasil riset AI secara mentah.
“Saya enggak akan pernah terima mentah-mentah. I actually challenge that AI. 'No, I think seperti ini, seperti ini. This is what I see, konteksnya begini'. I challenge actually jawaban AI tersebut dan dia akan memberikan saya jawaban revisi. Tetapi poinnya adalah ability to do research, ability to think, to know the process, itu yang terbawa sampai saya hari ini,” ungkap dia.
Terakhir, Angela juga turut menyoroti dampak positif dari belajar kelompok yang biasa dilakukan oleh para mahasiswa termasuk dilakukan oleh dirinya saat menempuh masa pendidikan dulu dan hasilnya terbawa hingga saat ini. Menurutnya, dinamika dalam belajar kelompok mengajarkan bahwa kita tidak pernah bekerja sendiri dan harus bekerjasama dengan orang lain.
“Poinnya apa? Itu terbawa sampai hari ini. Bagaimana di organisasi kalian kan nggak pernah kerja sendiri. Kalian pasti kerja sama orang lain. And that kind of skills, itu akan terbawa sampai kalian nanti berkarier,” pungkas Angela.









