Kejar Target Bebas TBC 2030, Pramono Minta Seluruh Rumah Sakit Jakarta Bergerak

Kejar Target Bebas TBC 2030, Pramono Minta Seluruh Rumah Sakit Jakarta Bergerak

Terkini | inews | Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:17
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh rumah sakit di ibu kota memperkuat penemuan kasus dan penanganan tuberkulosis (TBC), termasuk memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengejar target bebas TBC pada 2030.

Pramono mengapresiasi upaya Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dalam meningkatkan penemuan serta penanganan kasus TBC. Namun, dia menegaskan, upaya tersebut harus dilakukan secara konsisten agar target eliminasi dapat tercapai.

“Saya memberikan dukungan sepenuhnya agar pada 2030 eliminasi TBC di Jakarta benar-benar bisa terwujud. Upaya ini tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Saya berharap kebijakannya tetap berlanjut meskipun terjadi pergantian kepemimpinan,” kata Pramono dalam acara Hospital Leadership for Tuberculosis (TB) Elimination: Jakarta Menuju Eliminasi TBC 2030 di Ruang Pola, Balai Kota Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Politisi PDIP itu menambahkan, tingginya mobilitas penduduk Jakarta dan wilayah metropolitan di sekitarnya membutuhkan sistem penanganan TBC yang terintegrasi. Karena itu, koordinasi antara rumah sakit pemerintah dan swasta, fasilitas kesehatan TNI-Polri, puskesmas, serta masyarakat perlu terus diperkuat.

Jakarta memiliki 197 rumah sakit, termasuk 31 rumah sakit umum daerah (RSUD), serta 44 puskesmas kecamatan dan 292 puskesmas pembantu. Pramono meminta seluruh jaringan fasilitas kesehatan tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas jangkauan pemeriksaan dan pelayanan TBC.

Dia juga menegaskan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan tidak boleh dibatasi hanya berdasarkan kepemilikan KTP Jakarta. Menurutnya, penanganan penyakit menular membutuhkan kerja sama lintas wilayah agar pengendalian TBC berjalan efektif.

Selain mengoptimalkan fasilitas kesehatan, Pramono mendorong keterlibatan kader PKK, Dasawisma, dan unsur masyarakat di tingkat lingkungan untuk memperluas edukasi serta membantu menjangkau warga yang membutuhkan pemeriksaan.

Peran Pasukan Putih yang saat ini berjumlah 584 personel juga dinilai dapat mendukung upaya kesehatan berbasis komunitas sesuai tugas dan kewenangannya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menegaskan percepatan eliminasi TBC merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat. Kemenkes terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan jaringan rumah sakit untuk mencapai target tersebut.

Peningkatan penemuan kasus harus diikuti penanganan yang tepat dan evaluasi berkala agar pelaksanaan program semakin efektif. Pertemuan dengan para direktur rumah sakit juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kendala dan menyusun perbaikan program pada 2027.

“Perkembangan dari angka-angka yang dilaporkan Dinas Kesehatan DKI menunjukkan peningkatan, baik dalam penemuan kasus maupun sosialisasi kepada masyarakat. Kami mengumpulkan seluruh direktur rumah sakit untuk mencari hal-hal yang masih perlu diperbaiki dan menyusunnya agar program pada 2027 lebih baik,” ujar Benjamin.

Topik Menarik