Sambut 756 Mahasiswa Baru, Jessica Tanoesoedibjo Tekankan Pentingnya Karakter dan Networking
JAKARTA, iNews.id - Ketua Yayasan Hary Tanoesoedibjo, Jessica Tanoesoedibjo, menyambut 756 mahasiswa baru MNC University Tahun Ajaran 2026/2027. Dia berpesan agar mahasiswa tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan, membangun karakter, dan memperluas jaringan selama menempuh pendidikan.
Pesan tersebut disampaikan Jessica dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Jakarta Concert Hall, iNews Tower Lantai 14, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa baru yang telah memilih MNC University sebagai tempat melanjutkan pendidikan.
“Perkenankan saya untuk welcome you all, adik-adik mahasiswa baru dan tentunya dosen-dosen baru, sebagai bagian dari keluarga besar MNC University dan tentunya keluarga besar MNC Group. Tentunya banyak pilihan perguruan tinggi lainnya di luar sana. Tapi saya yakin bahwa ini adalah pilihan yang tepat,” ujar Jessica.
Dia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan masa perkuliahan yang ditempuh selama tiga tahun untuk mengembangkan diri, tidak sekadar mengikuti kegiatan belajar hingga memperoleh ijazah.
Menurut Jessica, mahasiswa MNC University memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi melalui ekosistem yang terhubung dengan berbagai bidang. Kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan untuk mengasah keterampilan, memperkuat karakter, dan membangun koneksi yang bermanfaat bagi masa depan.
“Tetapi dalam jangka waktu 3 tahun ini, saya harap bahwa adik-adik di sini tidak hanya menimba ilmu, tapi juga mengasah keterampilan, mengembangkan karakter, dan memperluas jejaring koneksi networking. Karena kalian sebagai mahasiswa-mahasiswi MNC University memiliki opportunity yang tidak banyak mahasiswa lainnya memiliki, yaitu pendekatan dengan ekosistem,” katanya.
Pesan Jessica Tanoesoedibjo di Hari Sumpah Pemuda
Dalam sambutannya, Jessica juga mengaitkan tema PKKMB 2026, *Local Roots, Global Minds*, dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober. Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan generasi muda yang dituntut memiliki wawasan global tanpa kehilangan identitas nasional.
Jessica mengingatkan mahasiswa tentang semangat para pemuda yang 98 tahun lalu berikrar untuk bersatu sebagai satu bangsa, Indonesia. Semangat tersebut, menurut dia, perlu menjadi inspirasi bagi generasi muda saat ini untuk terus maju dan terbuka terhadap perkembangan dunia.
“98 tahun yang lalu, para pemuda-pemudi dari berbagai daerah berkumpul dan berikrar sebagai satu bangsa, Indonesia. Mereka adalah generasi muda, sama seperti kalian yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, yang berpikiran maju, berpendidikan, dan terbuka terhadap dunia, tetapi berakar lokal, they have local roots pada tanah airnya,” tutur Jessica.
Dia menilai perkembangan teknologi telah membuat masyarakat semakin mudah terhubung dengan dunia internasional. Melalui telepon genggam, generasi muda dapat mengakses informasi dan mengikuti berbagai perkembangan global dalam waktu singkat.
Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan karakter, identitas, dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat. Jessica berpesan agar mahasiswa berani mengejar cita-cita setinggi mungkin dan memperluas wawasan hingga tingkat internasional, tetapi tetap memiliki kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat, dan Indonesia.
Klik di Sini! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
“Tapi jangan pernah kehilangan kepedulian terhadap lingkungan, terhadap masyarakat, dan terhadap Indonesia. No matter how bleak it might seem, never lose hope. Janganlah pernah kehilangan harapan untuk membangun negara yang kita cintai ini,” ucapnya.
Tiga Bekal Mahasiswa Menghadapi Masa Depan
Jessica juga membagikan tiga hal utama yang perlu dipegang mahasiswa selama menjalani perkuliahan. Pertama, membangun kedisiplinan, menjaga rasa ingin tahu, dan berani mencoba hal-hal baru.
Kedua, mahasiswa diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik di kelas, tetapi juga terlibat dalam aktivitas di luar kelas. Keikutsertaan dalam organisasi kampus, membangun relasi, memperluas jaringan, serta mengembangkan kreativitas sesuai bidang masing-masing menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.
Ketiga, mahasiswa perlu menyadari perubahan teknologi yang berlangsung cepat. Keterampilan yang saat ini dianggap canggih bisa saja tidak lagi relevan dalam beberapa tahun ke depan sehingga kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi bekal penting.
“Dan ketiga, ingatlah bahwa teknologi akan terus berubah. Keterampilan yang mungkin hari ini dianggap canggih mungkin tahun depan akan obsolete, but it's okay. Kita terus berkembang, kita terus belajar, kita terus maju bersama. Karena yang akan kalian kembangkan bukan hanya keterampilan, tapi juga integritas, tanggung jawab, kerja keras, karakter,” kata Jessica.
Dia berharap 756 mahasiswa baru MNC University dapat memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan sebaik-baiknya. Dia juga ingin para mahasiswa kelak menjadi generasi yang membanggakan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan negara.
Di sisi lain, Jessica menegaskan komitmen Yayasan Hary Tanoesoedibjo untuk terus mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan masa depan.
“Kami percaya bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami yakin bahwa pendidikanlah yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia dan pada akhirnya menentukan kemajuan bangsa. And we all want that for our nation,” ujar Jessica.









