Ranking Dunia Panjat Tebing 2026: 3 Atlet Indonesia Bersaing di Papan Atas
JAKARTA, iNews.id – Tiga atlet panjat tebing Indonesia berhasil menembus tiga besar peringkat dunia dalam sejumlah kategori setelah mengumpulkan poin dari rangkaian kejuaraan internasional sepanjang 2026 yang digelar World Climbing. Prestasi ini menjadi modal penting bagi Merah Putih untuk mengejar tiket Olimpiade Los Angeles 2028.
Ketiga atlet tersebut adalah Putra Tri Ramadani alias Srondeng, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Mereka menempati posisi elite dunia pada kategori lead putra, speed putri, dan speed putra.
Pelatih kepala timnas panjat tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama dari berbagai pihak. Menurut dia, prestasi atlet tidak terlepas dari dukungan pengurus, pelatih, manajemen, serta pemangku kepentingan lainnya.
"Ini hasil kerja keras bersama mulai dari pengurus, pelatih, manajemen, atlet juga, serta para stakeholder (pemangku kepentingan) untuk mewujudkan semua itu," ujar Galar dikutip dari Antara.
Salah satu pencapaian datang dari Srondeng yang menempati peringkat kedua dunia kategori lead putra dengan koleksi 3.370 poin. Atlet Indonesia tersebut bersaing ketat dengan para pemanjat elite dari berbagai negara sepanjang musim kompetisi 2026.
Peringkat pertama kategori lead putra ditempati Neo Suzuki dari Jepang dengan 4.405 poin. Sementara itu, Alberto Gines Lopez dari Spanyol berada di posisi ketiga dengan 3.340 poin, hanya terpaut 30 poin dari Srondeng.
Hasil tersebut memperlihatkan ketatnya persaingan di kategori lead putra. Srondeng mampu mengamankan posisi kedua dalam klasemen dunia, mengungguli sejumlah pesaing internasional yang juga mengumpulkan poin dari berbagai kejuaraan.
Desak Made dan Antasyafi Robby Masuk Elite Dunia
Dari sektor speed putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi juga berhasil menempati peringkat kedua dunia. Atlet asal Bali tersebut mengoleksi 3.370 poin setelah menjalani rangkaian kompetisi internasional sepanjang 2026.
Desak berada di bawah Emma Hunt dari Amerika Serikat yang memimpin klasemen dengan 3.656 poin. Posisi ketiga ditempati Polina Khalkevych dari Ukraina dengan raihan 3.075 poin.
Pencapaian Desak menjadi salah satu modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi persaingan speed putri di level internasional. Dia pun bertekad terus meningkatkan kemampuan agar bisa tampil lebih kompetitif pada musim berikutnya.
Sementara itu, Antasyafi Robby Al Hilmi menempati peringkat ketiga dunia kategori speed putra dengan perolehan 3.426 poin. Dia berhasil masuk tiga besar di tengah persaingan ketat dengan atlet-atlet papan atas dunia.
Posisi pertama kategori speed putra ditempati Ryo Omasa dari Jepang dengan 3.600 poin. Yicheng Zhao dari China berada di urutan kedua dengan 3.485 poin.
Indonesia juga memiliki atlet lain yang mampu menembus lima besar dunia. Raharjati Nursamsa menempati peringkat keempat kategori speed putra dengan raihan 3.005 poin.
Kehadiran dua atlet Indonesia di empat besar speed putra memperlihatkan potensi Merah Putih untuk terus bersaing di level tertinggi. Namun, Galar mengingatkan timnas tidak boleh terlena dengan pencapaian sepanjang 2026 karena tantangan berikutnya akan semakin besar.
Timnas Panjat Tebing Indonesia Bidik Tiket Olimpiade 2028
Galar mulai menyiapkan strategi untuk menghadapi rangkaian kejuaraan internasional pada 2027. Target utama timnas adalah meningkatkan daya saing atlet sekaligus membuka jalan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
"Tahun 2027 kami punya pekerjaan rumah yang besar yaitu harus meloloskan atlet-atlet Indonesia untuk merebut kuota ke Olimpiade LA 2028," ujar Galar.
Pernyataan tersebut menegaskan fokus timnas panjat tebing Indonesia tidak berhenti pada peringkat dunia. Para atlet harus mempersiapkan diri menghadapi persaingan kualifikasi agar bisa mengamankan tempat di pesta olahraga terbesar dunia tersebut.
Desak Made menyambut positif pencapaiannya sepanjang 2026. Dia mengaku menikmati rangkaian kompetisi yang dijalani dan ingin menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk menghadapi persaingan yang lebih berat pada tahun berikutnya.
Atlet asal Bali itu menyadari para pesaing internasional akan terus meningkatkan kemampuan. Karena itu, dia bertekad mengasah performa agar tetap mampu bersaing dan membawa nama Indonesia di berbagai kejuaraan.
"Saya berharap bisa terus membela Indonesia di kompetisi internasional dan tujuan utamanya adalah bisa lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028 dan meraih emas disana," tutur Desak.
Target medali emas tersebut menjadi ambisi besar Desak dalam perjalanan menuju Los Angeles 2028. Bersama Srondeng, Antasyafi, dan atlet-atlet nasional lainnya, dia diharapkan terus menjaga konsistensi agar Indonesia memiliki peluang lebih besar dalam perebutan tiket Olimpiade.
Peringkat dunia yang diraih pada 2026 menjadi modal awal bagi timnas panjat tebing Indonesia. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan performa, meningkatkan hasil pertandingan, dan mengubah pencapaian tersebut menjadi keberhasilan pada kualifikasi Olimpiade 2028.









