Mahasiswa UI Bilang Mau Jadi Presiden saat Rapat DPR, Sahroni: Jangan Sampai Ijazahnya Palsu

Mahasiswa UI Bilang Mau Jadi Presiden saat Rapat DPR, Sahroni: Jangan Sampai Ijazahnya Palsu

Terkini | inews | Senin, 26 Oktober 2026 - 15:59
share

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni memotivasi mahasiswa Universitas Indonesia (UI) agar berani bermimpi besar dan terus mengasah kemampuan dalam kondisi apa pun. Dia mengingatkan, ijazah bukan satu-satunya penentu kesuksesan, tetapi dokumen pendidikan tersebut tidak boleh palsu.

Pernyataan itu disampaikan Sahroni saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset di Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Mulanya, Sahroni bertanya kepada para mahasiswa mengenai cita-cita mereka. Salah satu mahasiswa kemudian menjawab ingin menjadi presiden.

"Saya mau jadi presiden, pimpinan," kata salah satu mahasiswa.

Mendengar jawaban tersebut, Sahroni mengaku kagum. Dia mendorong para mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir dan menjaga semangat belajar di mana pun berada.

"Tapi prinsip smart kita berpikir kapan pun dan di mana pun, kalian harus punya itu (cita-cita)," kata Sahroni.

Menurut Sahroni, kemampuan berpikir dan kecerdasan menjadi hal penting yang perlu dimiliki seseorang untuk mencapai cita-cita. Dia juga menekankan ijazah bukan satu-satunya ukuran kemampuan seseorang.

Meski demikian, Sahroni mengingatkan pentingnya memiliki ijazah yang sah sebagai bukti telah menempuh pendidikan.

"Ijazah tidak jadi level utama, tapi ijazah perlu, jangan sampai ada ijazah palsu," pungkasnya.

Topik Menarik