BEI Jamin Pengeluaran Saham-Saham HSC dari Perhitungan Tak Bikin IHSG Rontok

BEI Jamin Pengeluaran Saham-Saham HSC dari Perhitungan Tak Bikin IHSG Rontok

Terkini | inews | Senin, 26 Oktober 2026 - 14:13
share

JAKARTA, iNews.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan pengeluaran saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholder concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan menyebabkan penurunan drastis pada indeks saham.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, hasil backtest atau pengujian historis menunjukkan kebijakan tersebut tidak memicu lonjakan maupun penurunan tajam IHSG. Menurutnya, langkah ini diperlukan agar indeks utama pasar modal Indonesia tersebut mencerminkan kondisi perdagangan yang lebih kredibel.

"Dalam implementasi awal, tentu tidak akan menyebabkan penurunan drastis. Sama seperti saat ini mengeluarkan saham dari indeks utama," ucap Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Dia menambahkan, bobot saham-saham HSC dalam indeks akan didistribusikan kepada saham lain yang menjadi konstituen indeks. Saat ini, terdapat 80 saham yang terindikasi masuk kategori HSC dengan perkiraan bobot gabungan mencapai 18 persen dalam perhitungan IHSG.

"Kami sudah melakukan backtest, dengan pengeluaran saham-saham HSC, tidak akan mengakibatkan lonjakan, tetapi mengakibatkan IHSG kita yang lebih kredibel yang dapat digunakan lebih baik oleh para investor dalam melakukan tracking terhadap indeks kita," kata dia.

Sebelumnya, BEI mengumumkan dua inisiatif baru setelah pengumuman konsultasi oleh penyedia indeks global MSCI terkait kemungkinan penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori emerging market menjadi standalone market.

Inisiatif pertama berupa penambahan informasi mengenai afiliasi pemegang saham yang memiliki kepemilikan di atas 1 persen dalam publikasi data bursa. Informasi tersebut akan menunjukkan apakah pemegang saham terkait terafiliasi dengan emiten yang bersangkutan atau tidak.

Inisiatif kedua adalah mengeluarkan saham-saham yang masuk kategori HSC dari perhitungan IHSG. Sebelumnya, saham-saham tersebut telah dikeluarkan dari indeks utama tertentu, tetapi masih masuk dalam perhitungan IHSG sehingga pergerakan harganya tetap memengaruhi indeks.

"Kami akan menyampaikan lagi 2 inisiatif baru, pertama dalam publikasi nama pemegang saham 1 persen, akan kami tambah keterangan apakah terafiliasi atau tidak. Kedua, kami mengeluarkan seluruhnya saham HSC dalam IHSG," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (19/10/2026).

Jeffrey menjelaskan, kebijakan tersebut bertujuan membuat IHSG lebih mencerminkan harga saham yang terbentuk dari perdagangan di pasar. Dengan demikian, indeks diharapkan dapat menjadi acuan yang lebih kredibel bagi investor.

BEI berharap kedua inisiatif tersebut dapat meningkatkan integritas data pasar sekaligus memulihkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Meski demikian, BEI belum mengumumkan jadwal penerapan kebijakan pengeluaran saham HSC dari perhitungan IHSG. Bursa akan menyampaikan ketentuan lebih lanjut dalam waktu mendatang.

"Kedepan saham HSC itu akan dikeluarkan dalam perhitungan IHSG. Tetap diperdagangkan, tapi harganya tidak pengaruhi IHSG," tuturnya.

Topik Menarik