Mercedes Akan Segera Luncurkan G-Class Mini, Ada Versi Hybrid
JAKARTA, iNews.id - Mercedes-Benz memastikan SUV off-road berukuran lebih kecil dari G-Class akan segera meluncur. Ini diungkapkan CEO Mercedes-Benz Ola Källenius.
Dia menyebutkan, model yang dijuluki Baby G atau G-Class Mini tersebut akan hadir di pasar dalam waktu kurang dari 24 bulan.
"Ini akan segera hadir, dan lebih cepat dari yang Anda kira," kata Källenius, dalam wawancara dengan Bloomberg Business.
Meski belum mengungkap tanggal peluncuran secara spesifik, pernyataan tersebut mengindikasikan SUV kompak ini berpotensi meluncur sebelum akhir 2028.
Mercedes-Benz pertama kali mengumumkan rencana pengembangan SUV tersebut pada 2023. Teaser resmi model ini kemudian diperlihatkan pada 2025, memunculkan spekulasi mengenai desain dan teknologi yang akan digunakan.
Model anyar itu sempat diisyaratkan menggunakan nama g-Class, dengan huruf g kecil untuk membedakannya dari G-Class konvensional. Namun, nama resmi mobil tersebut hingga kini belum diumumkan.
Gunakan Sasis Khusus untuk Off-Road
Baby G akan masuk ke segmen SUV kompak dalam jajaran Mercedes-Benz, dengan dimensi yang diperkirakan sekelas GLA, GLB, dan CLA. Namun, pendekatan teknisnya disebut berbeda dari mobil kompak Mercedes-Benz lain.
Alih-alih menggunakan platform Modular Architecture (MMA), SUV ini diperkirakan mengadopsi sasis ladder frame atau rangka tangga khusus. Konstruksi tersebut dirancang untuk mendukung kemampuan melintasi medan off-road, mengikuti karakter G-Class yang dikenal tangguh.
Dari sisi desain, foto-foto mata-mata memperlihatkan sejumlah elemen yang terinspirasi dari G-Class berukuran penuh. Ciri tersebut meliputi bodi mengotak, permukaan bodi datar, kaca jendela tinggi, lampu depan LED berbentuk bulat, serta lampu belakang yang diposisikan rendah.
Di dalam kabin, Baby G diperkirakan mengadopsi teknologi terbaru Mercedes-Benz. Posisi duduk yang lebih tinggi dan kepraktisan kabin juga menjadi aspek yang berpotensi ditawarkan pada SUV kompak tersebut.
Ada Varian Hybrid
Salah satu perubahan penting dalam pengembangan Baby G adalah pilihan sistem penggeraknya. Mercedes-Benz sebelumnya mengisyaratkan model ini akan ditawarkan secara eksklusif sebagai mobil listrik murni.
Namun, perkembangan pasar dan respons terhadap G580 with EQ Technology mendorong perusahaan mempertimbangkan pilihan lain. Tekanan dari dealer di Amerika Serikat dan dinamika pasar kendaraan listrik turut menjadi pertimbangan untuk menghadirkan opsi hybrid.
Untuk versi listrik, Baby G diperkirakan menggunakan dua motor listrik dengan sistem penggerak semua roda atau all-wheel drive (AWD). Paket baterai berteknologi nikel mangan kobalt (NMC) berkapasitas 85 kWh juga disebut sebagai salah satu konfigurasi yang berpotensi digunakan.
Sementara itu, varian hybrid diperkirakan mengadopsi mesin 1.500 cc yang dipadukan dengan sistem elektrifikasi, seperti yang digunakan pada CLA. Meski demikian, spesifikasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh Mercedes-Benz.
Sistem AWD diperkirakan menjadi perlengkapan standar untuk mempertahankan karakter kendaraan yang dirancang menghadapi beragam kondisi jalan.
Kehadiran Baby G berpotensi memperluas jangkauan G-Class ke segmen SUV kompak. Model ini juga diperkirakan akan berhadapan dengan SUV off-road berukuran lebih kecil, termasuk calon pesaing dari keluarga Land Rover Defender.








