Gunung Ciremai Kebakaran, Jalur Pendakian Ditutup?
KUNINGAN, iNews.id – Kebakaran kembali melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Jawa Barat. Hingga Kamis (22/10/2026) pagi pukul 07.15 WIB, api dilaporkan belum padam dan tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman.
Kondisi ini menjadi perhatian para pencinta alam dan calon pendaki yang berencana mengunjungi gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut. Lantas, apakah jalur pendakian Gunung Ciremai ikut ditutup akibat kebakaran yang kembali terjadi?
Berdasarkan informasi yang diterima iNews.id, jalur pendakian Gunung Ciremai telah ditutup sementara sejak September 2026 menyusul risiko kebakaran hutan dan lahan di kawasan taman nasional tersebut.
Dengan demikian, pendakian belum dapat dilakukan selama kebijakan penutupan masih berlaku. Hingga informasi terbaru yang tersedia, belum ditemukan pengumuman resmi mengenai pembukaan kembali jalur pendakian setelah kebakaran terbaru terjadi.
Api Belum Padam hingga Kamis Pagi
Informasi mengenai kondisi kebakaran terbaru disampaikan melalui akun Instagram @kreatorfai. Dalam pembaruan pada Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 07.15 WIB, api disebut masih menyala.
Sejumlah unsur diterjunkan untuk melakukan upaya pemadaman. Mereka terdiri atas Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (Brigdalkarhutla) TNGC, Balai Brigdalkarhutla Jabalnusra, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni Kementerian Kehutanan, mitra wisata TNGC, serta masyarakat sekitar kawasan hutan.
Tim gabungan masih berupaya mengendalikan api agar kebakaran tidak terus meluas.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan tidak melakukan pembakaran di dalam maupun di sekitar kawasan hutan. Warga diminta tidak meninggalkan api di lahan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Jalur Pendakian Gunung Ciremai yang Perlu Diketahui
Gunung Ciremai memiliki sejumlah jalur pendakian yang biasa digunakan pendaki untuk mencapai puncak. Jalur-jalur tersebut berada di wilayah Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka.
Beberapa jalur pendakian yang dikenal antara lain:
Trump Ajak Negara Teluk Patungan Rp180 Triliun untuk Perbaiki Infrastruktur yang Diserang Iran
1. Jalur Linggarjati, berada di Kabupaten Kuningan.
2. Jalur Linggasana, juga berada di Kabupaten Kuningan.
3. Jalur Palutungan, salah satu jalur populer dari wilayah Kuningan.
4. Jalur Apuy, berada di Kabupaten Majalengka.
5. Jalur Trisakti Sadarehe, yang juga berada di wilayah Majalengka.
Calon pendaki perlu memperhatikan bahwa daftar tersebut merupakan jalur yang dikenal di kawasan Gunung Ciremai, bukan konfirmasi mengenai status operasional masing-masing jalur pada hari ini.
Selama penutupan masih berlaku, pendaki sebaiknya tidak memaksakan keberangkatan atau mencoba memasuki kawasan melalui jalur tidak resmi.
Pantau Informasi Resmi Sebelum Berangkat
Bagi wisatawan yang sudah merencanakan pendakian, penting untuk memeriksa pengumuman terbaru dari Balai Taman Nasional Gunung Ciremai sebelum berangkat.
Informasi mengenai pembukaan jalur, pemesanan tiket, serta ketentuan kunjungan dapat berubah mengikuti kondisi keselamatan dan hasil penanganan kebakaran.
Calon pendaki dapat memantau kanal resmi Balai Taman Nasional Gunung Ciremai untuk memperoleh kepastian mengenai status jalur pendakian.
Keselamatan harus menjadi prioritas di tengah kebakaran yang masih berlangsung. Pendaki sebaiknya menunda perjalanan hingga pengelola menyatakan jalur aman dan mengumumkan pembukaan kembali secara resmi.










