BMKG Mulai Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice, Picu Hujan di Wilayah Karhutla

BMKG Mulai Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice, Picu Hujan di Wilayah Karhutla

Terkini | inews | Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:13
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat di sejumlah wilayah. Salah satu metode yang diterapkan yakni mengombinasikan es kering (dry ice) dan garam atau natrium klorida (NaCl) untuk membantu memicu pembentukan hujan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menuturkan, penguatan operasi dilakukan menjelang peralihan musim. Berdasarkan pemantauan BMKG, kebakaran cenderung meningkat pada periode dua hingga empat minggu sebelum musim hujan tiba.

"Jadi, saat ini kita harus terus memperkuat karena menjelang 2 sampai 4 minggu sebelum datangnya musim hujan, ini kebakaran cukup meningkat, ya, di beberapa lokasi," ucap Faisal saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Faisal menambahkan, salah satu kendala dalam upaya memicu hujan di wilayah terdampak karhutla adalah lapisan inversi yang membuat kabut asap terperangkap di atmosfer bagian bawah, sekitar ketinggian 6.000 hingga 7.000 kaki. 

Kondisi tersebut menghambat masuknya sinar matahari dan proses penguapan yang mendukung pembentukan awan hujan.

Untuk mengatasi kendala itu, BMKG menggunakan dry ice terlebih dahulu dalam proses modifikasi cuaca. Setelah itu, penyemaian garam atau NaCl dilakukan untuk membantu proses pembentukan hujan.

"Jadi, dry ice itu adalah untuk mengurangi kepekatan asap dengan membongkar lapisan inversi yang membuat asap terperangkap di bawah ketinggian 6.000 sampai 7.000 kaki. Kemudian setelah asapnya naik, kemudian sinar matahari bisa masuk memicu penguapan dan kemudian dapat terbentuk awan hujan. Nah, setelah itu kita baru semai dengan NaCl," kata dia.

Faisal menyebut, kombinasi kedua bahan tersebut menunjukkan hasil positif selama pelaksanaan OMC. Dia mencontohkan hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di sejumlah wilayah setelah operasi dilakukan.

"Saya kira banyak berita bahwa terjadi hujan di Sumatera Selatan, di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dengan sangat intensif setelah dilakukannya OMC dengan menggabungkan antara dry ice dan NaCl," tuturnya.

Topik Menarik